KaPolsek urban Pitumpanua Kompol Jasman P SH, menghadiri acara silatuhrahmi dengan komponen masyarakat yang di laksanakan di kantor Koramil 1406 bulusiwa desa bulu Siwa kec Pitumpanua Kab wajo ” Senin ( 23/08/2021).
Dalam kesempatan tersebut Kapolsek Urban Pitumpanua memberikan himbauan Kamtibmas kepada komponen masyarakat, Agar masyarakat selalu menjaga diri dan lingkungannya, Apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera di laporkan kepada saya atau anggota saya, Bhabinkantibmas agar kami dapat bergerak dengan cepat untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, ujar Kapolsek.
Kapolsek urban Pitumpanua menambah kan lagi bahwa ” masyarakat jangan takut untuk melaporkan kejadian atau memberikan informasi kepada kami, kami akan melindungi bapak-bapak dan ibu-ibu atau saudara – saudara kami, mari kita saling membantu, cukup informasi yang kami terima selanjutnya kami yang akan memprosesnya.
Selain itu Kapolsek urban pitumpanua mengingatkan kepada komponen masyarakat agar selalu mengikuti protokol yang di anjurkan oleh pemerintah, agar kita semua terhindar dari virus Covid-19.
Kapolsek Pammana Iptu Andi Amiruddin bersama pengurus Kedatuan Pammana ,Bhabinkantibmas Aipda Awan.D Bripka Rohandhi Saputra, Babinsa serma H.Ibrahim mendatangi korban angin puting beliung di Lingkungan Wolris Kel. Cina Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo Minggu (22/08/2021).
Kedatangan mereka guna menyalurkan bantuan Sembako kepada 3 (Tiga ) pemilik rumah yang diterjang angin puting .
Kapolsek Pammana Menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian TNI POLRI dan Pengurus Kedatuan Pammana Kab Wajo kepada masyarakat Wajo terutama bagi masyarakat yang terkena bencana.
“Jangan dilihat jumlah yang kami berikan, tapi ini sebagai bentuk kepedulian Kami untuk meringankan beban kepada saudara kami yang rumahnya rusak karena angin puting beliung,” ujar Iptu Andi Amiruddin.
Kapolsek Pammana mengucapkan banyak terima kasih kepada Sekretariat Kedatuan Pammana Kab Wajo atas kepeduliannya kepada masyarakat Pammana.
“Kami mengapresiasi kepada Pengurus Kedatuan Pammana yang selama ini telah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat Pammana Semoga apa yang diberikan bermanfaat dan menjadi berkah,” Tutup Ipda Andi Amiruddin.
Anggota TNI diharuskan bisa mengetahui tugas maupun kewajiban yang nantinya akan diemban dan terutama harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekaligus menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas, hal itu disampaikan oleh Danrem 061/sk Brigjen TNI Ahmad Fauzi S.I.P. M.M. pada kegiatan Otsus TA 2021 Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat. Minggu (22/8).
Dalam amanatnya Danrem menyampaikan bahwa melalui program Bintara khusus Papua, mereka harus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia karena sampai kapanpun Papua akan menjadi bagian dari NKRI, dari Sabang sampai Merauke dari pulau miangas sampai Pulau Rote itulah Indonesia.
Kemudian lanjutnya bahwa sampai ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah di wilayah Papua gencar melakukan pembangunan di Papua, begitu besarnya perhatian dari pemerintah kepada Papua dan masyarakatnya, itu dikarenakan Papua adalah bagian dari NKRI, Papua juga harus maju seperti di pulau Jawa.
Jadi suatu kewajiban bagi kalian Putra Papua untuk memberikan edukasi atau sosialisasi kepada keluarga maupun kerabat yang belum mempercayai NKRI harus mulai mempercayainya dari saat ini, karena dengan dibuktikan oleh pemerintah dengan adanya pembangunan di sana-sini seperti pembangunan Jalan Pembangunan gedung olahraga serta lain sebagainya Itu adalah bukti bahwa saat ini Pemerintah sungguh-sungguh menarapkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Papua adalah bagian dari Indonesia Papua tidak bisa dipisahkan dari Indonesia.
Inilah bukti pemerintah pusat dalam memberikan perhatian dan pemberkatan khusus untuk Papua terutama untuk kalian yang orang asli Papua termasuk warga pendatang di Papua, siapa pun kalian harus mau dan siapkan diri untuk mempertahankan.
Merah putih dari dulu hingga sekarang dan selamanya ada termasuk Papua yang akan tetap menjadi bagian dari NKRI, inilah kesempatan kalian saya harapkan apa yang kalian dapatkan disini.
Kalian sebagai pemuda asli Papua bagaimanapun harus tau bahwa bagaimana orang orangnya bagaimana kalian bisa lihat di sini.
Kalian adalah orang-orang terpilih yang mewakili rekan-rekan kalian atau warga masyarakat Papua tunjukkanlah bagaimana kalian mencintai NKRI, Mari merajut persatuan kesatuan bangsa karena kami dan pemerintah pusat tidak membeda-bedakan itu.
Mari kita buktikan bahwa TNI akan memberikan perhatian terbaik untuk seluruh warga masyarakat dari Sabang sampai Merauke Danrem juga memberikan pengarahan kepada para prajurit TNI, Ia berpesan agar para Bintara ini sungguh-sungguh mengikuti pendidikan dan sungguh-sungguh bertanggung jawab akan NKRI. laksanakanlah praktek di lapangan dengan sungguh-sungguh Ikuti apa yang disampaikan oleh Pembina dan ilmu yang didapatkan harus bisa dijadikan modal untuk diterapkan.
Unit perintis Sat Samapta Polres Pangkep dalam tugas keseharian nya juga terlibat dalam rangkaian Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kab. Pangkep termasuk kegiatan pemulasaran dan pemakaman jenazah yg terpapar virus corona.
Kegiatan ini merupakan rangkaian tugas pokok Tim Satgas Covid-19 Kab. Pangkep dimana termasuk didalam nya dari unsur TNI-POLRI termasuk didalam nya kegiatan pemakaman jenazah pasien yg terpapar virus corona.
Sebagaimana yg telah dilaksanakan, prosesi pemakaman secara prosedur penanangan covid-19 tentu saja wajib mengikuti aturan protokoler tersebut yakno dengan menggunakan APD lengkap diutamakan kepada petugas yg melakukan pengusungan jenazah. Di tempat terpisah Iptu Muhtar Dahlan selaku penanggung jawab lapangan atas kegiatan ini mengungkapkan bahwa ” kegiatan pemakaman ini adalah kesepakatan bersama Tim Satgas Covid-19 Kab. Pangkep guna salah satunya dari program pemerintah untuk memutus mata rantai virus corona”.
“Dan juga kepada pihak keluarga jenazah telah diberikan edukasi tentang prosedur pemakaman dimaksud agar tidak terjadi kesalah pahaman karena proses pemakaman yangtelah di tetapkan.” Pungkas Iptu Muhtar yg juga sebagai Kaur Bin Opsnal Sat Samapta.
Kegiatan Operasi Yustisi dalam rangka penerapan protokol kesehatan, himbauan dan Sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim Gabungan TNI-Polri dan Satuan Pamong Praja, Senin,23/08/21.
Giat dipimpim oleh IPTU Kuncoro menyasar razia Prokes pengguna jalan dengan pembagian masker di jalan Pulau Sumatera depan RTH sampai sekitaran terminal kota Poso.
Tim melakukan Patroli ke Pelaku Usaha dan melakukan penindakan tidak mematuhi prokes dan memberikan himbauan serta teguran.
IPTU Kuncoro saat di temui oleh awak media menyampaikan bahwa ini sudah menjadi giat rutin satgas covid-19,dalam memutus rantai penyebaran covid-19 di wilayah kabupaten Poso yang notabenenya Kabupaten Poso tergolong zona merah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Poso, marilah kita bersama-sama bergandengan tangan untuk memutus penyebaran covid-19 dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan.
Personil Unit Pam Obvit Sat Samapta Polres Pangkep Aiptu Ahmad Taufik, SH dan Bripka Idris HB bersama Piket Security PT Semen Tonasa, melaksanakan penjagaan serta patroli rutin di sekitar pabrik PT.semen tonasa, Jumat (23/8/2021) pukul 12.00 Wita.
Pelaksanaan patroli ini dilakukan untuk memastikan keamanan mencegah terjadinya tindak pidana pencurian di area pabrik PT semen tonasa.
Dengan aktif melaksanakan kegiatan patroli dialogis bersama Security dapat menciptakan hubungan yang baik dan bersinergi , dengan begitu kita dapat mengetahui perkembangan situasi Keamanan di kawasan area pabrik pt semen tonasa, sehingga dapat bersama- sama bergerak dengan cepat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kawasan industri.
Kasat Samapta Iptu Imran, SH menekankan kepada anggotanya untuk memperhatikan performance saat jaga tidak boleh meninggalkan baju dinas selalu peka dengan situasi yang ada supaya ketika ada ancaman kita sudah siap”
Kasat Samapta menambahkan keamanan kawasan industri adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas kepolisian semata dan mengajak petugas Security untuk turut aktif menjaga lingkungan dimana iya bekerja dari segala aksi kejahatan. tutupnya
Kanit Binmas Polsek Balocci Polres Pangkep Aiptu Baktiar bersama Personil Aiptu Sabaruddin dan Kanit Sabhara, Sambangi Tokoh Pemuda Bpk. M. Rusli di Kp. Demmanggala Kel. Balleangin Kec. Balocci Kab. Pangkep Minggu (21/8/2021).
Pada kegiatan Patroli Blue Ligh dan Sambang, team Patroli juga memberikan 2 Hal Himbauan kepada Warga yang disambangi antara lain:
Menghimbau warga Bahwa untuk Memutus mata Rantai penyebaran Virus Covit 19, agar tetap ikuti Protokol Kesehatan dengan memperhatikan 3M dan 2T.
Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak dan tidak berkerumun serta kurangi MobilitasMenghimbau Warga Agar, Bersatu padu menjaga Siskamribmas yang aman, Damai dan sehat. Menghimbau Warga Agar, Bersatu padu menjaga Siskamribmas yang aman, Damai dan sehat.
Bpk M. Rusli yang juga sebagai tokoh Pemuda merasa berterima kasih dengan kunjungan Anggota Polsek Balocci Polres Pangkep, dan bersedia membantu Polri, untuk menyampaikan himbauan Siskamtibmas kepada Warga dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan untuk memutus mata rantai Covid 19.
Adagium ‘Sejahat-jahatnya harimau, ia tidak akan memakan anaknya sendiri’ tidak lagi berlaku belakangan ini. Peribahasa yang menjelaskan hubungan ‘love without reserve’ antara orang tua dan anaknya itu ternyata hanyalah sebuah retorika belaka. Entah sejak kapan perumpamaan itu hilang makna menjadi hanya sebuah kalimat kosong belaka.
Penggambaran ‘sebejat-bejatnya orang tua, mereka tidak akan mencelakai anaknya sendiri’ melalui kalimat kiasan di atas itu, kini sudah tidak relevan untuk diucapkan alias tidak lagi memiliki nilai moral apapun. Kalimat yang terdengar indah itu, saat ini sudah harus dimusiumkan segera. Jika perlu, kita boleh meminta bantuan Ibu Susi Pujiasuti untuk membantu menenggelamkan ke dasar Laut Pangandaran saja.
Lukisan keadaan di atas itu cukup pas untuk mendeskripsikan dengan singkat kasus kriminalisasi seorang Ibu Bhayangkari, Nina Muhammad, oleh para oknum polisi di Polresta Manado, Sulawesi Utara. Hari ini, di usia 76 tahun Indonesia merdeka, Ibu Pertiwi boleh merenung kembali tentang arti kemerdekaan yang sudah diraihnya.
Faktanya, jangankan berhasil mendidik putra-putrinya untuk tidak menjadi ‘homo homini lupus’ –manusia serigala bagi sesamanya–, mencegah oknum-oknum polisi tidak menerkam anaknya sendiri saja, negara ini terindikasi gagal melakukannya. Hari-hari kemarin, hanya warga kebanyakan yang jadi korban kriminalisasi. Kini, kita saksikan oknum aparat terindikasi kuat sedang melahap anaknya sendiri, menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang.
Kriminalisasi terhadap Nina Muhammad, istri seorang Bintara Polisi, merupakan potret buram perilaku oknum aparat hukum, khususnya di kalangan korps baju coklat, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum. Kondisi buruk ini sungguh amat membahayakan bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.
Beberapa pendekatan dapat kita pakai dalam menganalisis permasalahan ini hingga setiap kita semestinya prihatin dan mewaspadai terjadinya kondisi yang lebih parah di masa-masa mendatang ini. Pertama, jika terjadi kriminalisasi warga internal Polri oleh oknum aparat Polri sendiri, dan dibiarkan tanpa penindakan dari pimpinan institusi itu, hal tersebut berpotensi besar untuk terulang dan terulang lagi di masa mendatang. Keadaan ini, cepat atau lambat, akan memunculkan ketegangan dan pertikaian yang lebih dalam di antara faksi-faksi di internal Polri yang disinyalir selama ini sedang bersaing ketat berebut hegemoni di lingkaran Trunojoyo itu.
Kedua, sebagaimana lazimnya, publik dengan serta-merta akan membangun asumsi dalam pikiran warasnya bahwa ‘jika anak sendiri saja dikriminalisasinya tanpa sensitivitas nurani selayaknya manusia pada umumnya, tentu dengan mudah kasus kriminalisasi serupa akan terjadi pada warga biasa, warga yang tidak punya hubungan apapun dengan para oknum aparat itu’. Asumsi minor semacam ini, yang terakumulasi secara kualitas dan kuantitas, pada gilirannya akan menimbulkan gejolak masyarakat yang dapat mewujud sebagai tsunami kekacauan sosial yang dasyat, yang pada akhirnya dapat melahirkan suasana chaos yang memporak-porandakan bangsa dan negara ini.
Ketiga, perilaku ‘anjing menggonggong kafila berlalu’ sedang dipertontonkan oleh para oknum polisi di Polresta Manado dengan tetap bersikukuh meneruskan kriminalisasi atas Nina Muhammad. Walaupun oknum Kapolrestanya telah dilaporkan ke Divpropam Mabes Polri, beberapa petinggi di Mabes Polri telah mengingatkan Polresta Manado dan Polda Sulawesi Utara untuk meninjau kembali kasus itu, dan sejumlah petinggi negeri di Jakarta telah menghimbau agar aparat polisi di sana melaksanakan penegakan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku, namun semua itu terlihat diabaikan. Sangat mungkin, sikap dan perilaku pengabaian ini didasarkan pada adagium ‘sesama buskota tidak boleh saling mendahului’, sesama pemain harus saling menghargai.
Keempat, peristiwa unik ‘orang tua memakan anaknya sendiri’ dalam kasus kriminalisasi Ibu Bhayangkari di Polresta Manado itu secara kasat mata mengindikasikan lemahnya kepemimpinan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Jikapun tidak ingin dikatakan demikian, minimal kejadian tersebut mengesankan adanya ketidak-pedulian pimpinan Polri dalam menangani persoalan di internal keluarga besarnya sendiri. Lagi-lagi, masyarakat akan berkata singkat: ‘kepada anaknya saja dia tidak perduli, apalagi ke kita warga kebanyakan!’
Kelima, penganganan kasus kriminalisasi Nina Muhammad sangat jelas melanggar berbagai ketentuan perundangan dan peraturan yang ada. Setidaknya, oknum Kapolresta Manado bersama jajarannya itu jelas melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8 tahun 2009, Perkap No. 10 tahun 2011, Perkap No. 14 tahun 2012, dan Pasal 72 KUHAP, serta Pasal 17 UU Advokat. Berdasarkan fakta ini, kita dapat menduga bahwa para oknum aparat di Polresta Manado itu lebih digdaya dari para pimpinan yang bertengger di Mabes Trunojoyo. Apakah karena ada Menkumham di lingkaran itu?
Rupanya ‘Jokowi’ benar saat dia bilang: ‘corona sontoloyo!’ (*)
Penulis: Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012.
China Shanghai-Semarak HUT Ke-76 RI, Juara Dunia Medis China Muhammad Ja’far Hasibuan WNI Raih Medali Emas Terbanyak di Olimpiade Sains dan Tehnology Sepanjang Masa yang jarang di miliki anak bangsa indonesia seperti para atlet olahraga dan sains di 17 Agustus 2021 Si Penemu Biofar SS yang Bernama Muhammad Ja’far Hasibuan salah satu anak Bangsa Indonesia mendunia yang paling banyak raih medali emas di setiap Olimpiade Kompetisi International setidak nya Ja’far memiliki 55 Medali Emas Dunia di banyak negara setiap Kompetisi yang ia raih di olimpiade yang jarang di beritakan media seperti di amerika,rusia,swis china dan lainnya sela sela kesibukannya di hubungi lewat whatshap ia tidak mau pamer perestasi niat saya cuman satu bang untuk bermanfaat bagi masyarakat lewat prestasi penemuan saya agar masyarakat dunia sehat ayah saya sudah lama wafat kami bersaudara 10 saya anak ke 2 bang saya bersykur apa pemberian tuhan kepada saya dan tidak mengeluh syukurin aja walaupun belum ada perhatian dari pemerintah,niat nya pun dari dulu setiap olimpiade karena allah untuk bermanfaat dan bisa memberi nafkah saudaranya yang 10 bersaudara.
Maka dari itu Para peraih Beasiswa Unggulan Program ACTTDC (Asean-China Teacher Training and Development Center) sudah melaksanakan Wisuda di Gedung Kampus SUST (Suzhou University of Science and Tecnology) pada Kemarin Jumat 18 Juni 2021 dengan di hadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa internasional di berbagai negara termasuk di Indonesia berkat motivasi dari sang idolanya Penemu Biofar SS Idola Para Mahasiswa S2 dan S3 China yang telah Sembuhkan Miliaran Sakit Luar dalam Manusia dan Hewan di 7 Benua Secara Gratis Berikut ini adalah tujuh benua yang ada di dunia,yaitu Asia, Eropa, Afrika, Australia, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Antartika.
Atas terselenggaranya acara wisuda tersebut, berbagai kalangan di seluruh Penjuru Dunia Ucapkan Selamat. Dan satu ucapan Selamat datang dari inspirasi idola mereka hasil berkat motivasi Juara 1 Dunia Medis China Prof.Dr.(HC) Muhammad Ja’far Hasibuan yang melalui Kedutaan Besar RI di China yakni Muhammad Ja’far Hasibuan seorang Ilmuwan penemu obat Biofar SS Juara 1 Dunia Medis di China yang di kenal di 194 Negara Dunia dan menoreh prestasi serta apresiasi di beberapa negara. tidak sedikit dari mereka mahasiswa international menginspirasi idola nya di masing – masing asal negaranya. Namun beda dengan salah satu Mahasiswa berprestasi Asal Indonesia tepatnya Jawa Tengah yang juga telah di wisuda di Kampus SUST (Suzhou University of Science and Tecnology) atas nama Fahmi Bahtiar atau yang akrab disapa Fahmy, Ia tengah beruntung mendapatkan Beasiswa Plus, sehingga bebas biaya kuliah dan asrama, serta mendapat tunjangan biaya hidup / uang saku selama masa study di Negeri Tirai Bambu (China). Di sana Fahmi Bahtiar pun tak lupa pun berterima kasih kepada Muhammad Ja’far Hasibuan atas dukungan semangat dan motivasi yang telah di berikan Kami mahasiswa S2 dan S3 disini menginspirasi sosok Juara 1 Dunia Medis China yang di kenal di 194 Negara di dunia bantu pengobatan gratis sudah miliaran sembuh kan Manusia Dan Hewan di 7 Benua sakit luar dalam Kata Fahmi. Fahmi menambahkan dia memanfaatkan tehnology seadanya untuk menyembuhkannya yang kami tau Cara Pendampingannya secar gratis Penyembuhan Sakit Luar Dalam Lewat Voice dan Video Call WhatsApp dari Komputer dan Tim Admin Cal Center Biofar SS Akan Memamdu cara Pakai Herbal Biofar SS WhatsApp Web. Voice dan Video Call WhatsApp dari Komputer Caranya WhatsApp memberikan fitur menarik bagi para pengguna WhatsApp di komputer atau dekstop. Salah satu fitur yang yakni panggilan suara dan vidio masih banyak pengguna WhatsApp di Indonesia yang belum bisa mencoba fitur baru ini dia bisa karena lewat komunikasi whatshap dan Kemungkinan besar, WhatsApp tengah merilis fitur ini secara bertahap, diwakilkan dengan ikon “gagang telepon” untuk voice call dan ikon “perekam video” untuk video call. Fahmi mengungkapkan Awal kuliah tercatat sejak bulan September 2018 lalu, dan sekarang resmi lulus serta berhak menyandang gelar Master of Engineering, “Ini semua berkat motivasi Sang Penemu Biofar SS Juara 1 Dunia Medis China Ilmuwan Kelas Dunia Segudang Prestasi Dunia,” Ungkap Fahmi Kepada Awak Media. “Dulu Kami sebagai mahasiswa sempat Putus asa dan mundur ingin pulang ke tanah air sejak 2019 , Namun berkat motivasi beliau Muhammad Ja’far Hasibuan agar kami tidak putus asa dalam menuntut ilmu di china, sehingga hari ini kami telah di wisuda. “kata Fahmi Bahtiar mahasiswa. Terpisah, Sementara saat tatap muka di Kedubes RI di China Muhammad Ja’far Hasibuan mengucapkan selamat kepada mahasiswa mahasiswa yang telah lulus dan terwisuda. Dalam tatap mukanya Ia memperkenalkan diri Kepada Mahasiswa Internasional di China dan semua lapisan masyarakat serta pemerintah di China dengan memberikan Semangat kepada mahasiswa jangan pernah putus asa dalam menuntut ilmu. “Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negri China” kata Muhammad Ja’far Hasibuan, dan Selamat Buat Kawan – Kawan yang telah di wisuda, tuntunlah ilmu setinggi mungkin dan tinggikan cita – cita kalian seperti bintang di langit dan rendahkan hati kalian seperti mutiara di dasar laut ,”Ungkap Muhammad Ja’far Hasibuan. Seperti diketahui, bahwa Mahasiswa International tengah melangsungkan prosesi wisuda di tengah situasi pandemi Covid-19 yang dilaksanakan kemarin (Jum’at (18 Juni 2021), di gedung kampus SUST (Suzhou University of Science and Technology) dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari deretan mahasiswa Internasional dari berbagai negara dan deretan mahasiswa asli China. Mahasiswa pertama dan satu-satunya yang berasal dari Indonesia bernama Fahmi Bahtiar yang telah berhasil lolos seleksi dan diterima kuliah di SUST, di kota Suzhou yang merupakan salah satu Kota Tua dan penuh sejarah di China. Selama menjadi mahasiswa, Fahmy tercatat sangat aktif dalam berbagai kegiatan baik di dalam maupun di luar kegiatan kampus. Salah satu yang masih terlibat sampai saat ini adalah keikutsertaannya dalam organisasi Album of Suzhou, yang merupakan organisasi milik warga China yang mengeksplor berbagai objek wisata dan keindahan kota Suzhou. Dalam kegiatan ini Fahmy pernah menjadi narasumber untuk memperkenalkan budaya Pencak Silat Indonesia ke seluruh pengunjung dari berbagai belahan dunia dan berhasil menarik dan antusiasme penonton. Mengawali pendidikan Sarjana di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Setelah Fahmy lulus S1 dia tidak langsung melanjutkan kuliah S2, tetapi lebih memilih untuk bekerja terlebih dahulu dengan tujuan untuk mencari bekal finansial. Ternyata dalam dunia kerja untuk lulusan S1 belum bisa mendapatkan pekerjaan sesuai harapan. Sampai pada suatu ketika, Fahmy mendapatkan tawaran pekerjaan untuk bekerja di Viva College Semarang, ini adalah suatu lembaga keren dan berkualitas yang didirikan oleh Dr.rer.nat.A.B.Susanto,M.Sc. Melalui lembaga tersebut, Fahmy aktif mensosialisasikan kepada siswa SMA untuk melanjutkan kuliah baik di dalam maupun luar negeri, berkunjung dari sekolah ke sekolah dan satu kota ke kota yang lainnya, dan ternyata hal ini telah membuka pandangan Fahmy tentang pentingnya pendidikan, maka dari itulah Fahmy bertekad untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Berbekal informasi yang diperoleh, akhirnya bekerjasama antara Viva College dan ACTTDC, telah membuka jalan bagi Fahmy untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Fahmy tertarik untuk melanjutkan pendidikan S2 di China dengan berpegang pada semboyan :”Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China”. Sekarang Fahmy sudah lulus dari Suzhou University of Science and Technology, China. Sebelum kelulusan kemarin, ternyata Fahmy juga mendapatkan tawaran Beasiswa S3 di Hongkong, namun mengingat kondisi pandemi Covid19 yang belum menghilang maka terpaksa harus mengurungkan niatnya. Dirinya berencana ingin berupaya mengabdikan diri untuk bangsa dan negara, serta bertekad bulat untuk bisa memajukan dan membangun provinsi Jawa Tengah khususnya untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pendidikan tinggi.
Di lain sisi, saat ini Fahmy bekerja di salah satu perusahaan Asing dari Korea yang ada di Indonesia sebagai Engineer. Selain itu juga dirinya tercatat sebagai dosen di salah satu kampus swasta di Purwokerto. Sambil menunggu badai Covid19 berlalu, saat ini Fahmy sedang bersiap untuk menawarkan program unggulan beasiswa kuliah luar negeri. Dirinya berharap agar generasi muda Indonesia bisa merasakan pendidikan yang layak bahkan sampai jenjang pendidikan tinggi apalagi sampai keluar negeri. Dia meyakini bahwa dengan pendidikan maka setiap permasalahan hidup dapat diselesaikan dengan lebih mudah. Pendidikan pula yang akan mengantarkan individu seseorang untuk membentuk karakter yang unggul dan terpuji, serta tidak mudah rapuh oleh keadaan lingkungan yang tidak baik sekalipun.
Di akhir kata, Fahmy berpesan kepada para pemuda penerus bangsa agar terus belajar, berlatih, dan berdoa agar apa yang menjadi salah satu tujuan bersama bangsa Indonesia yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, serta agar generasi muda tidak ragu dan takut lagi untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin maju dan ketat persaingannya. Dan Ucapan Trimakasih Fahmy Bahtiar sang idola inspirasi mahasiswa yang kuliah di luar negri Penemu Biofar SS khususnya Kepada Muhammad Ja’far Hasibuan Penemu Biofar SS Juara 1 Dunia Medis China Ilmuwan Kelas Dunia Segudang Prestasi Dunia yang yang di kenal di 194 negara dan negara china terus menerus memberikan motivasi dan semangat kepada kami mahasiswa S2 dan S3 di Luar Negri Khususnya saya hingga akhirnya saya sudah lulus kuliah pada Jum’at kemarin. Ia juga mengharapkan pada Generasi Emas Bangsa Indonesia Tidak Muda Terpovokasi dengan kelakuan yang keji seperti tauran antar warga, narkoba, sex bebas, demo, main catur berlebihan nongkrong di kedai kopi, mabuk judi dan menjuri, jika menjadi bahagian generasi emas pada abad ini.
“Mari kita hindari kelakuan keji itu di apalagi di wabah pendemi covid 19 banyak ibadah dan kreatif agar berprestasi dan mencontoh sosok Muhammad Ja’far Hasibuan Segudang Prestasi Dunia Penemu Biofar SS Juara 1 Dunia Medis China Sembuhkan Miliaran Sakit Luar Dalam Manusia Dan Hewan dan Covid -19,”Pungkasnya Muhammad Jafar Hasibuan saat dihubungi via WA Selasa, 27/7/2021.
Tags: Juara 1, Juara I Dunia China penemu biofar ss, MJH, MJH Juara 1 Dunia Medis China Penemu Biofar SS Sembuhkan Miliaran Sakit Luar Dalam Manusia Dan Hewan di 7 Benua Secara Gratis
Menjadi salah satu program pemerintah dalam mensejahterahkan masyarakat di masa Pandemi, Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan Beras dalam masa PPKM Darurat.
Bantuan berupa beras tersebut disalurkan kepada KPM (Keluarga penerima manfaat) NON PKH atau disebut juga BPNT (Bantuan Pangan non tunai) dan KPM (Keluarga penerima manfaat) BST (Bantuan Sosial Tunai).
Adapun rincian masyarakat penerima bantuan beras dari Kementerian Sosial yaitu NON PKH atau BPNT : 44 KK dan KPM PPKM : 22 KK
Kegiatan penyaluran bantuan berupa beras tersebut dilakukan pengawasan dan pengawalan secara langsung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Enrekang Briptu Muhammad Suyuti dan Babinsa Koramil Enrekang Serka Bakri didampingi Kepala Desa Karueng Usmayadi Syarifuddin di Kantor Desa Karueng, Jumat (20/08/21).
Dalam pelaksanaan penyaluran tersebut Bhabinkamtibmas menerapkan pembagian waktu / penjadwalan untuk mengurangi kerumunan serta langkah mendukung pemberlakuan PPKM (penerapan pembatasan kegiatan Masyarakat) skala mikro tingkat Desa.
“ Program pemerintah dalam mensejahterahkan masyarakat menjadi tanggung jawab kita bersama, sehingga kami hadir untuk memastikas bahwa bantuan yang diberikan sudah tepat sasaran “ ujar Briptu Suyuti.
Dilanjutkan pula oleh Briptu Suyuti bahwa semoga apa yang disalurkan oleh pemerintah kepada masyarakat dapat bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya.
“ Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat “ lanjutnya.
Kepala Desa Karueng Usmayadi Syarifuddin mengaku sangat berterima kasih atas pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas.
“ Kami sangat berterima kasih kepada Pak Pembina, hadirnya Pak Pembina sebagai bentuk kerjasama kita dalam mensukseskan program pemerintah “ ungkap Kepala Desa.