Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Bertema “Merdeka dari Pandemi Covid-19”

News Lintas Sulawesi/Jakarta

Setelah memilah dan melakukan penjurian terhadap karya-karya essay yang masuk ke Panitia Lomba Menulis Essay bertema “Merdeka dari Pandemi Covid-19”, maka panitia dari Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) menetapkan 10 nominator terbaik, yaitu :

  1. Anda Torkis Lubis, dengan essay berjudul “Semangat HUT RI Kemerdekaan di Masa Pandemi Indonesia Tumbuh Tangguh”.
  2. Ernita Situmorang, dengan essay berjudul “Merdeka Dari Pandemi Covid-19”.
  3. Indrawan Sukma, dengan essay berjudul “Pandemi Boleh Robek Hatiku Tapi Jangan Semangat Merah Putihku”.
  4. Juliadi, dengan essay berjudul “Perayaan HUT RI yang Ke 76 di Tengah Covid-19”.
  5. Muhamad Jajuli, dengan essay berjudul “Lawan Corona untuk Indonesia Merdeka”.
  6. Ongki Imam Arifin, dengan essay berjudul “Diri Sendiri”.
  7. Shemi, dengan essay berjudul “Merdeka Bersama Vaksinasi di Masa Pandemi”.
  8. UG Dani, dengan essay berjudul “Rela Divaksin Demi Kepentingan Administrasi Pelayanan Publik”.
  9. Yan Djuna, dengan essay berjudul “Media Cerdas Menjadi Pahlawan Pandemi Covid19”.
  10. Yosiaro Zebua, dengan essay berjudul “Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 Ala Pancasila di Masa Pandemi Covid-19”.

Selain mendapatkan Piagam Penghargaan yang dikirimkan melalui email masing-masing, 10 nominator terbaik ini juga mendapatkan voucher beasiswa untuk mengikuti Pelatihan Dasar Jurnalistik yang dilaksanakan PPWI bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular, Jakarta, yang akan diberlangsung pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021 mendatang secara virtual. Bagi para nominator di atas agar menghubungi Panitia Pelatihan di nomor WA 081310188305 (Bang Danny) untuk proses registrasi peserta pelatihan.

Dari kesepuluh peserta terbaik tersebut, Dewan Juri telah memilih 3 orang pemenang lomba menulis, yakni:

  1. Pemenang I: Yan Djuna dengan essay berjudul “Media Cerdas Menjadi Pahlawan Pandemi Covid-19”
  2. Pemenang II: Yosiaro Zebua dengan essay berjudul “Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 Ala Pancasila di Masa Pandemi Covid-19”
  3. Pemenang III: UG Dani dengan essay berjudul “Rela Divaksin demi Kepentingan Administrasi Pelayanan Publik”

Bagi tiga pemenang tersebut diberikan Sertifikat Pemenang dan hadiah spesial berupa buku novel berjudul “Janji Anne” buah karya Pengurus PPWI Karawang, Jawa Barat, Neneng JK.
Silahkan menghubungi Panitia Lomba untuk pengiriman Sertifikat dan hadiahnya melalui WA 085772004248 (Mbak Wina).

Seluruh peserta lomba mendapatkan e-Certificate yang dikirimkan melalui email masing-masing.

Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu-gugat dan tidak melayani surat-menyurat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa dalam rangka memeriahkan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, PPWI mengadakan 3 (tiga) kegiatan yakni:

  1. Webinar Jurnalisme Warga dengan tema “Eksistensi Pewarta Warga dalam Perspektif Undang-Undang Pers” yang telah sukses digelar pada Senin, 16 Agustus 2021. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang memenuhi ruang webinar. Tidak kurang dari 500-an pendaftar dari Sabang sampai Merauke mengikuti webinar tersebut dengan tekun dan seksama dari awal hingga akhir acara.
  2. Lomba Menulis dengan tema “Merdeka dari Pandemi Covid-19”; yang diumumkan nominator dan pemenangnya di atas.
  3. Pelatihan Dasar Jurnalistik yang akan digelar hari Sabtu 28 Agustus 2021.

Demikian disampaikan, kepada seluruh peserta lomba menulis, PPWI mengapresiasi upaya intelektual peserta semua demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Terima kasih.

Jakarta, 25 Agustus 2021

Atas nama DPN PPWI
Dewan Juri Lomba Menulis Essay bertema “Merdeka dari Pandemi Covid-19”,

  1. Mung Pujanarko, S.Sos, M.I.Kom
  2. Danny Siagian, SE, MBA
  3. Neneng Jauharah Khairiah, SH

(Redaksi NLS)

Kapolri Ajak Semua Angkatan Akpol Mempercepat Vaksinasi

News Lintas Sulawesi/Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan kegiatan vaksinasi massal dan bakti sosial alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994 di Gedung Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021).  Kegiatan serbuan vaksinasi ini dilaksanakan dalam rangka Bakti 27 Tahun Pengabdian Alumni Akpol Angkatan 1994.

Sigit pun mengapresiasi apa yang dilakukan para alumni Akpol 94. Menurutnya, program ini selaras dengan target Pemerintah Indonesia untuk akselerasi vaksinasi sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hari ini rekan-rekan alumni Akpol 94 terpanggil untuk ikut membantu melaksanakan akselerasi terkait program vaksinasi nasional yang memang sampai saat ini kita harapkan untuk bisa dipercepat dan kemudian targetnya ditingkatkan karena pak presiden sudah memberikan target harapannya satu hari bisa 2 juta (vaksinasi. Oleh karena itu secara bertahap kita bisa menyesuaikan sesuai arahan pak presiden,” kata Sigit dalam konferensi pers di Gedung PTIK.

Mantan Kabareskrim Polri ini juga mengapresiasi para alumni Akpol 94 yang memanfaatkan momentum hari Kemerdekaan Republik Indonesia untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Dalam kegiatan ini, ia mendapatkan laporan bahwa pada hari ini hingga esok hari vaksinasi diselenggarakan secara serentak di seluruh wilayah dengan target vaksinasi sebanyak 42 ribu.

“Kemudian dibagikan juga voucher hasil kerja sama dengan Alfamart sebanyak 45 ribu dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan terdampak Covid-19,” ujar Sigit.

Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten ini juga mengajak semua alumni akademi kepolisian dari seluruh angkatan juga ikut berkontribusi mempercepat vaksinasi. Hal ini dibutuhkan guna mempercepat target pemerintah mewujudkan Herd Immunity.

“Saya memberikan kesempatan kepada seluruh angkatan yang ada di kepolisian untuk ikut berkontribusi melaksanakan akselerasi vaksinasi, sehingga target pemerintah mewujudkan herd immunity bisa tercapai,” ucap Sigit.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, stok vaksin yang disiapkan yakni Sinovac dan Astrazeneca. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 46 orang vaksinator tenaga Kesehatan Biddokkes Polda Metro Jaya yang terbagi dalam 20 tim (1 tim terdiri dari 2 personel) dan 6 dokter konsulen dan mini ICU.

Selain menyelenggarakan vaksinasi dan bakti sosial, dibagikan juga paket APD dan vitamin.

(Agus-Humas Pangkep/Alfi/red)

(Editor : Muh Aidil)

Cegah Covid-19, Tim Gabungan Satgas kabupaten Poso rutin lakukan Teguran Lisan serta Sanksi Sosial

News Lintas Sulawesi/Polres Poso

Dalam rangka mendisiplinkan warga untuk tetap patuhi protokol kesehatan, Tim gabungan Satgas Covid kabupaten Poso lakukan Operasi Yustisi dengan sasaran pengendara dan pejalan kaki yang tidak menggunakan masker dilakukan teguran lisan serta sanksi sosial, Rabu (25/08/21).

Diawali dengan apel gabungan, Satgas covid yang terdiri dari personil polres poso, Kodim 1307/Poso, Brimob, Satpol PP, serta BPDB melakukan kegiatan yustisi dengan tujuan menekan angka kenikan covid-19 diwilayah kabupaten poso dengan menyasar pengendara serta pejalan kaki yang tidak menaati protokol Kesehatan seperti menggunakan masker.

Dalam pelaksanaannya, Tim dibagi menjadi 5 tim yang dilakukan di Ruang Terbuka hijau (RTH), Bundaran Smaker, Bundaran Tugu Kelurahan Kawua serta di jalan Poros Desa lantojaya kecamatan poso pesisir.

Tak hanya melakukan penegakan disiplin Prokes dijalan, Tim juga menyasar toko serta café yang menjadi tempat perbelanjaan dan melakukan himbauan untuk mematuhi prokes serta menyediakan alat pencuci tangan untuk pengunjung.

Kapolres Poso AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf, S.I.K, dalam arahannya mengatakan kegiatan gabungan tersebut untuk mengurangi jumlah kenaikan angka covid-19 yang saat ini masih tinggi.

Ia juga menjelaskan bahwa kabupaten poso saat ini menerapakan PPKM level 4 berdasarkan peraturan Mendagri serta Surat Edaran Bupati Poso.

Dikatakan lebih lanjut, satgas Covid kabupaten Poso tak hanya melakukan kegiatan yustisi pada siang hari namun juga malam hari dan memberikan teguran berupa sanksi sosial maupun administrasi.

(Humas Polres Poso/red)

(Editor : Muh Aidil)

Langgar Prokes dan Pesta Miras, Lima Pemuda di Kota Luwuk Dibubarkan Patroli Polisi

News Lintas Sulawesi/Polres Banggai

Polisi membubarkan pesta miras sejumlah pemuda di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Selasa (24/8/2021) malam.

Pembubaran pesta miras ini dilakukan personel Polsek Luwuk saat menggelar patroli guna menjaga, mencegah dan menciptakan stabilitas kamtibmas.

“Anggota menemukan lima pemuda salah satunya wanita tengah berkumpul tanpa menggunakan masker di pinggir dermaga,” kata Kapolsek Luwuk AKP Pino Ary SH, SIK, MH.

Ketika didekati ternyata ke lima pemuda ini sedang asyik berkumpul sambil meneguk miras tradisional jenis cap tikus yang telah dicampurkan dengan minuman berenergi dalam sebuah teko.

“Barang bukti yang ditemukan di lokasi sebanyak satu botol cap tikus , teko dan botol minuman energy,” ungkap AKP Pino Ary.

Selanjutnya petugas langsung memusnahkan minuman haram itu dengan cara menumpahkannya ke laut. Sedangkan para pemuda itu diberikan edukasi tentang protokol kesehatan di tengah PPKM guna mencegah penularan Covid-19.

“Setelah diberikan pembinaan mereka langsung diperintahkan untuk kembali ke rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas AKP Pino Ary.*

(Rahmat Bakari/Biro-Banggai/red)

(Editor : Aidil)

𝗕𝗨𝗣𝗔𝗧𝗜 𝗕𝗔𝗡𝗚𝗚𝗔𝗜 𝗦𝗘𝗥𝗔𝗛𝗞𝗔𝗡 𝗣𝗜𝗔𝗚𝗔𝗠 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗛𝗔𝗥𝗚𝗔𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗞𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗧𝗔𝗥𝗨𝗡𝗔 𝗗𝗘𝗦𝗔 𝗕𝗘𝗥𝗣𝗥𝗘𝗦𝗧𝗔𝗦𝗜

News Lintas Sulawesi/Kab Banggai

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗶 𝗜𝗿. 𝗛. 𝗔𝗺𝗶𝗿𝘂𝗱𝗶𝗻 hari ini Selasa 24 Agustus 2021 di Ruang Rapat Khusus Kantor Bupati menyerahkan Piagam Penghargaan kepada 4 Karang Taruna Desa yang dinilai paling inovatif, paling kreatif, paling inspiratif, dan paling replikatif yang berada di dalam wilayah kecamatan se-Kabupaten Banggai. Keempat Karang Taruna tersebut adalah masing-masing Karang Taruna Desa Polo Kecamatan Bunta sebagai Karang Taruna Desa yang Paling Replikatif, Karang Taruna Desa Sumberharjo Kecamatan Moilong sebagai Karang Taruna Desa yang Paling Inovatif, Karang Taruna Desa Tengeban Kecamatan Masama sebagai Karang Taruna Desa yang Paling Kreatif dan Karang Taruna Desa Tanah Abang Kecamatan Toili sebagai Karang Taruna Desa yang Paling Inspiratif. Pemberian piagam penghargaan ini merupakan hasil dari pelaksanaan kegiatan 𝘽𝙐𝙍𝙎𝘼 𝙄𝙉𝙊𝙑𝘼𝙎𝙄 𝙆𝘼𝙍𝘼𝙉𝙂 𝙏𝘼𝙍𝙐𝙉𝘼 𝙏𝘼𝙃𝙐𝙉 2021.

Dalam sambutannya, Bupati Banggai berharap agar hal ini bisa tetap terus dipertahankan, dan kedepannya, Karrang Taruna bisa menjadi ujung-tombak dalam segala aktifitas yang ada di desa dan atau kecamatan.

Sehubungan dengan pandemi Covid-19, Bupati menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Banggai kondisi Covid masih pada Level 4. Trend yang cukup baik yakni menurun. Tapi bila dibandingkan dengan kabupaten lain se-Sulawesi Tengah kata Bupati, kita masih tertinggi. Oleh sebab itu Bupati Amirudin mohon kepada Kelapa Desa dan para Karang Taruna supaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada setiap setiap masyarakat agar mereka senantiasa mengikuti protokoler kesehatan. Tidak perlu terlalu khawatir, karena Covid itu bisa sembuh sepanjang kita menjaga protokoler kesehatan. Yang paling berdampak adalah anak-anak muda. Prosentase kematian yang kita lihat di Kabupaten Banggai itu adalah orang tua, yakni umur 50 tahun keatas, apalagi kalo punya penyakit bawaan. Adapun yang 40 tahun keatas itu sangat sedikit. Padahal kalo kita lihat orang-tua kita, jarang keluar. Tapi anak-muda ini, karena kondisi fisiknya bagus, mereka tidak merasa bahwa sudah kena virus Corona, akhirnya bergaul dengan orang-tuanya, dan kena. Yang terparah adalah, ketika dia terpapar, mereka malu untuk menyampaikan bahwa telah terinfeksi virus Covid. Nanti sudah parah, sudah sesak nafasnya, baru menyampaikan. Rata-rata yang meninggal di Rumah Sakit adalah yang saturasinya dibawah 50, akhirnya sudah tidak tertolong. Padahal anjuran pemerintah, apabila saturasi barada dibawah angka 95, itu harus sudah masuk Rumah Sakit. Tapi karena malu dan berpikir bahwa seakan-akan itu aib, akhirnya tetap berada di rumah saja. “Jangan malu. Ini bukan aib,” tegas Bupati.

“Inilah harapan saya kedepan, agar Karang Taruna, tunjukkan pada masyarakat bahwa Anda itu sebagai duta pemberi informasi tentang virus ini kepada masyarakat. Begitu juga untuk para Kepada Desa, untuk aktif mencanangkan pematuhan protokoler kesehatan, utamanya masker,” kata Bupati mengakhiri sambutannya.
Sementara itu Kabid Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa Dinas PMD Kabupaten Banggai Retno Ridhawati, S.STP diawal kegiatan menyebutkan, bahwa pemberian penghargaan ini merupakan hasil dari pelaksanaan kegiatan BURSA INOVASI KARANG TARUNA TAHUN 2021.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadis Pemberdayaan Masyarakat & Desa Kabupaten Banggai Drs Amin Djumail, Kabag Prokopim Ferry R. Ledder, S.IP dan para Kepala Desa dari masing-masing desa yang mendapatkan penghargaan.

(𝘉𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘗𝘳𝘰𝘬𝘰𝘱𝘪𝘮/𝘚𝘶𝘣 𝘉𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯 𝘋𝘰𝘬𝘶𝘮𝘦𝘯𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘗𝘪𝘮𝘱𝘪𝘯𝘢𝘯/𝘢𝘩𝘵𝘢𝘳)

(Rahmat B/Biro-Banggai/red)

DPD PPWI Babel Terbentuk, Wilson Lalengke: Jurnalistik Merupakan Alat Bangun Daerah Cerdaskan Warga

News Lintas Sulawesi/Pangkalpinang

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, mengapresiasi pembentukan DPD PPWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Proses pembentukan secara sederhana oleh sejumlah anggota PPWI di daerah itu, dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian, pertemuan ini telah menghasilkan draft susunan kepengurusan DPD PPWI Bangka Belitung masa bakti 2021-2026.

“Saya mengucapkan selamat atas progres yang sudah dicapai oleh kawan-kawan PPWI di Bangka Belitung. Bagus, langkah pertama sudah dilakukan, tetap semangat meneruskan langkah berikutnya,” kata Ketum PPWI Wilson Lalengke, melalui pesan singkatnya di WhatsApp, Selasa (24/08/2021).

Ia menambahkan, proses pembentukan kepengurusan pertama kali dalam sebuah organisasi diwujudkan melalui deklarasi bersama untuk kepengurusan di tingkat pusat, dan pemberian mandat pada kepengurusan daerah maupun cabang. Pemberian mandat, kata dia, bertujuan untuk memudahkan anggota melakukan koordinasi dan konsolidasi membentuk kepengurusan berdasarkan tingkatannya.

Selanjutnya, Wilson juga mengajak kalangan pers dan masyarakat untuk memantapkan peran dalam membangun Bangka Belitung lebih maju. “Saya mengajak rekan-rekan media dan warga pewarta maupun masyarakat umum di Bangka Belitung, untuk bersama-sama membangun daerah melalui jurnalistik, yang merupakan alat pencerdasan masyarakat di manapun, sepanjang masa,” imbuh alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Temu Silaturrahmi

Pembentukan DPD PPWI Bangka Belitung diinisiasi para anggota guna mengembangkan keberadaan organisasi pewarta warga di Bumi Laskar Pelangi. Setelah dua kali gagal melaksanakan pertemuan lantaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 kasus Covid-19 di Bangka Belitung, akhirnya para anggota berhasil menggelar temu silaturrahmi, di Cafe Yok Ngopi Pangkalpinang, Senin (24/08/2021).

“Tercatat tiga kali kita mengirimkan undangan melalui WA kepada delapan anggota PPWI di Bangka Belitung, untuk ikut temu silaturrahmi. Alhamdulillah baru sekarang terlaksana,” kata Ali Rachmansyah, penggagas temu silaturrahmi.

Pertemuan mewacanakan pembentukan kepengurusan DPD PPWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Karena para anggota PPWI di Babel belum pernah bertemu dan saling kenal, maka temu silaturrahmi inilah moment yang tepat, sekaligus merumuskan rencana pengembangan organisasi PPWI di Bangka Belitung, melalui pembentukan kepengurusan,” tambah Ali.

Kehadiran PPWI di Babel diharapkan mengakomodir kebutuhan dan kepentingan para pewarta warga di daerah, tanpa sekat batasan umur, pendidikan, latar belakang ekonomi dan pekerjaan, dan lain-lain. Bertolak dari hal itulah, anggota yang hadir sepakat membentuk DPD PPWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Langkah awal untuk mewujudkan rencana tersebut, dimusyawarahkanlah pembentukan Kepengurusan DPD PPWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2021-2026,” jelas Ali Rachmansyah.

Adapun kesepakatan bersama dalam pertemuan itu, secara aklamasi menunjuk Ali Rachmansyah sebagai Ketua DPD PPWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masa bakti 2021-2026.

Selain itu disusunlah formasi pengurus lainnya, yakni Rozi, SE dan Sahrussalis sebagai Wakil Ketua, Ismail sebagai Sekretaris, Syahrial dan Ayirah sebagai Wakil Sekretaris, serta Maryadi di posisi Bendahara dan Sri Agus Monica menjabat sebagai Wakil Bendahara. Kepengurusan ini masih akan disempurnakan dengan menambahkan personil di beberapa biro.

Ditambahkan Ali, hasil kesepakatan ini akan diusulkan kepada DPN PPWI untuk ditindaklanjuti menjadi susunan kepengurusan definitif, yang kemudian akan dibuatkan surat keputusan oleh Ketua Umum DPN PPWI. (*)

(Redaksi NLS)

LBH MAKASSAR SECARA RESMI,MEMPRAPERADILANKAN POLRES JENEPONTO

News Lintas Sulawesi/Kota Makassar

Kabupaten Jeneponto adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Jeneponto berada di desa Bontosunggu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79km², salah satu Daerah diwilayah Kabupaten Jeneponto tepatnya dilingkungan Pa’ceklangang, Kelurahan Paklengu Kecamatan Bangkala ada suatu insiden terjadi dimana pada pukul waktu jam 21.00 malam salah satu rumah warga atas nama Syarifuddin Dg Tompo terjadi penggerebekan oleh Sat Resmob (Tim Pegasus Jeneponto) yg di Pimpin oleh Aipda Abd Rasak dan Cs, dimana pada saat penggerebekan dirumah tersebut salah satu oknum polisi langsung naik dan memasuki rumah panggung dan menemui orang tua tersebut yg sedang tidur mencari anak yang bernama Yogi dan setelah bapak yogi menjawab ‘ada apa pak??
anggota tersebut diam saja dan kembali turun dari rumah urai Dg.Tompo,”

Tidak berselang lama kemudian anggota tsb menemui yogi di rumah yg terletak didepan rumah orang tuanya sedang bersama 5 orang teman lainnya.

Setelah sampai di rumah tersebut selanjutnya petugas polisi langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan dan mendapatkan BB berupa Obat Daftar G, selanjutnya petugas tersebut langsung mengangkut dan mengamankan Prayogi dan Emil sedangkan 4 teman yg lainnya dibebaskan begitu saja,urai Bu Suhartini Ibu dari Prayogi,”

Lanjut Orang tua Prayogi “Suhartini Dg Ngasseng” sebelum anaknya dan sepupunya atas nama Emil diamankan untuk dinaikkan kedalam mobil petugas kepolisian pada malam tersebut, Bu Suhartini sempat memberitahukan kepada Aipda Abd Rasak dan Tim, agar anaknya untuk tidak diapa-apain sembari menangis melihat anaknya dibawa dan dinaikkan dimobil avanza warna hitam pada malam itu,dan Aipda Abd.Rasak menanggapi pertanyaan Bu Suhartini,
tenang saja Bu, sy cuman bawa anakta sampai kepertamina saja ungkap AR, tiru Bu Suhartini,” pada saat dikonfirmasi oleh awak Media

Tidak berselang lama kemudian kira-kira jam menunjukkan 21.45 malam, tanggal 19 Juli 2021, Handphone Bu Suhartini berdering dan ternyata Prayogi menelpon “mama sy dibawa ke jalan lingkar”
Iye nak Baik-baikjaki nak tanya ibu”ungkap Bu Suhartini,”

Tidak berselang lama lagi, kemudian HP Bu Suhartini berbunyi lagi dan ternyata itu telfon dari Prayogi meminta untuk disiapkan uang sebanyak 20 juta dan pihak keluarga harus membawakan ke Bescamp Pegasus yg terletak di jalan lingkar di Kabupaten Jeneponto,tambahnya,”

Mendengar permintaan Prayogi yang ditangkap oleh kepolisian Resort Jeneponto via telfon untuk dibawakan uang,Sang Ibu kebingungan dengan penuh tangisan dan merasa terdesak langsung menelpon kebeberapa keluarga untuk meminta bantuan berupa pinjaman uang untuk menyiapkan uang tebusan,dan pada saat itu juga orang tua serta seluruh keluarga dari Prayogi dan Emil berkumpul dan berundingkan masalah tersebut namun Prayogi kembali menelpon terus ke Handphone Bu Suhartini ( Ibu dari Prayogi ) untuk dibawakan uang yg 20 juta itu, namun pihak keluarga belum mempunyai kesiapan uang itu,dan menyampaikan jawaban kepada Prayogi via telfon pada malam itu bahwa Insha Allah besokpi nak saya kesitu habis Sholat Idhul Adha, sampaikan maki sama polisi’ disitu yang tangkapko disitu,sabar-sabar maki nak,sembari menangis,”

Keesokan harinya pada tanggal 20 Juli, jam 08.10 pagi ,Prayogi menelpon lagi, dan menyampaikan kepada Ibunya, bagaimana mama uangnya sudah adakah….?? jam berapaki datang bawakan uang,sambung mamanya, sebentar lagi nak sy bawakanki karena masih tidak cukupki uangku, lagi tungguka uang transferan dr Dg.Soremu, sabarki nak, naikja itu bawakanko uangnya,imbuh Bu Suhartini,”

Pada hari Selasa dan tanggal 20 Juli 2021, jam 10.00 pagi, kembali lagi berulang-kali panggilan telfon masuk dari Prayogi di HP Bu Suhartini, namun mamanya tidak berani menerima telepon tersebut karena uang permintaan belum cukup, dan pada hari yang sama jam 11.00 pagi , baru mulai memberanikan diri angkat telepon dan mamanya bertanya berapa sebetulnya uang yang sy harus siapkan nak??,
17 juta mama siapkan dan bawakanma sekarang dan 2 orang maki saja kesini mama janganki bawa orang lain,urai Bu Suhartini,”

Selanjutnya sekitaran jam 2 siang lewat pada hari itu juga, Bu Suhartini bersama Bapak dari Emil yang bernama Idris Dg.Beta langsung beranjak menuju lokasi yang diarahkan dijalan lingkar dengan mengendarai sebuah sepeda motor Jupiter MX berwarna merah dengan Nopol DD 2968 GR untuk menemui Polisi tersebut yang menangkap anaknya, sesampainya di lokasi tersebut yakni dijalan lingkar, sebelum ke-2 orang tua dari anak tersebut ingin masuk kedalam, mereka dihadang oleh salah satu orang yang berjaga didepan,dan menyampaikan kepada ke 2 orang tua tersebut, bahwa sebelum masuk kedalam Bu- Bapak, Handphonenya dititip dulu, mendengar arahan dari orang yang menjaga di area itu, ke 2 orang tua pun langsung menurutinya dan menitip hpnya sebelum kedalam,” imbuh Bu Suhartini kepada awak media

Ditempat terpisah, DPD KGS LAI PROV.SUL-SEL, yang diwakili oleh Sekretaris bernama A.Iman Ns, menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi ‘ATENSI’ dimana ada hal-hal yang menjadi Hak dan Kewajiban dalam SUBTANSI penangkapan seseorang yang diduga melakukan suatu perbuatan melanggar hukum sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundangan-undangan yang berlaku, dalam kejadian pada malam itu juga DPD KGS-LAI PROV.SUL-SEL sempat mengutus beberapa orang untuk terjun langsung kelapangan untuk mendalami kasus tersebut dimana dalam hasil penelusuran dilapangan ada beberapa point’ hasil temuan dan menjadi kajian kami dimana ada suatu perbuatan yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang melakukan penyalahgunaan jabatan dan wewenangnya dan akan merampungkan seluruh alat bukti temuan itu untuk diserahkan ke POLDA SUL-SEL,imbuhnya,”

Ketua DPD KGS-LAI PROV.SUL-SEL Muh.Bahar Razak juga menyampaikan bahwa Insiden yang terjadi pada malam Takbiran Idhul Adha 2021 beberapa pekan lalu, terkait adanya insiden penangkapan salah satu warga di Kabupaten Jeneponto Prov. Sulawesi Selatan, akan adanya dugaan salah satu warga yang terindikasi membawa/ menyimpan salah satu obat dan tidak memiliki ijin dari Instansi terkait dan hal itu memang melanggar peraturan yang ada,namun dilain sisi ada juga salah satu oknum kepolisian yang berperan menangkap terduga pelaku melakukan suatu tindakan yang diduga kuat melakukan ‘modus operandi” dalam hal ini akan melaporkan kepada Bapak Kapolda Sulsel agar tidak menjadi Preseden Buruk Dimata Publik/Masyarakat sebagaimana Program Prioritas Kapolri yang ‘PRESISI’ dan oleh karenanya kami berkolaborasi dengan salah satu LBH Makassar dan langsung mendaftarkan ke Kantor Pengadilan Negeri untuk gugatan Praperadilan

LBH Makassar, Muhammad Sirul Haq. SH,Yandi Ada’,SH, Agus Salim SH yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Gugatan Praperadilan sudah kami masukkan pada hari Jum’at tanggal 30 Juli 2021 lalu, dan mendapatkan Penetapan Nomor 1/Pid.Pra/2021/PN.Jnp dimana jadwal Sidang Gugatan Praperadilan akan dilangsungkan pada Hari Selasa tanggal 03-Agustus-2021 di Pengadilan Negeri Jeneponto, urainya,”

Tepat pada tanggal 20 Juli 2021 sekitar jam 18.30 malam, awak Media melakukan kunjungan ke Rujab Kapolres JENEPONTO untuk melakukan konfirmasi dan sesampainya di sana , awak media melapor kepetugas/polisi yang berjaga di Rujab Kapolres untuk menemui Kapolres,petugas yang berjaga pun malam itu langsung mempersilahkan awak media tunggu ya pak,saya kedalam dulu untuk menemui ajudannya bapak bahwa ada tamu yang datang, tak berselang lama kemudian petugas piket yang berjaga kembali menemui awak media dan menyampaikan ke awak Media bahwa tunggu yaa pak,bapak lagi ganti baju, awak media pun menjawab iya pak , berselang beberapa menit kemudian petugas piket yang berjaga menerima telfon dari ajudan dan alhasil dari telefon itu memberikan informasi ke awak media bahwa bapak lagi beristirahat dan tidak enak badan, tutupnya,”

(Armin Anwar/Makassar/red)

Kemenag Sulsel, Serahkan Hadiah Pemenang Kompetisi Film Pendek Islami

News Lintas Sulawesi/Kanwil Kemenag Sulsel

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Kaswad Sartono, M.Ag mewakili Kakanwil, menyerahkan hadiah berupa piala dan uang tunai kepada para pemenang Kompetisi Film Pendek Islami, di ruang kerja Kabid Penaiszawa, Senin (23/8).

Kompetisi Film Pendek Islami atau biasa disebut Islamic Short Movie Competition, yang digelar di Hotel Almadera Jl. Somba Opu, Makassar, 28 Juli 2021, menetapkan enam peserta sebagai pemenag terbaik, I, II, III dan Harapan I, II, dan III kepada masing-masing Kreator.

Kreator Terbaik I, Nurdiana Renuat, Judul Animasi Berburu Makanan Halal dengan hadiah uang tunai Rp.5.000.000. Terbaik II, juga jatuh kepada Kreator Nurdiana Renuat, Judul Animasi Jaga Diri, hadiah Rp.4.000.000. Kreator terbaik III, atas nama Asnita Syam Judul Animasi Dosa Kecil, hadiah Rp.3.000.000.

Sementara pemenang harapan 1, jatuh kepada Sarrah Naufah, Judul Animasi Penentu Segala Amal, hadiah Rp.2.000.000, disusul harapan II Rohendy dengan Judul Animasi Matamu Pisaumu, hadiah Rp.1.500.000 dan harapan III ditempati Asnita Syam, Judul Animasi Sabar dengan hadiah uang Rp.1.000.000.

Kompetisi Film Pendek Islami, menurut Kabid Penaiszawa, selain digelar di tingkat Provinsi dengan memperebutkan piala dan uang tunai total Rp16.500.000, juga dilombakan pada tingkat nasional.

‘’Penilaian pada Tingkat Nasional sendiri telah diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 2021. Namun pada penilaian itu, film pendek animasi yang mewakili Sulsel tidak masuk nominasi,’’ ujarnya.

Dikatakan, kompetisi tingkat Nasional mencari tujuh peserta terbaik untuk memperebutkan juara terbaik se Indonesia. Sayangnya, Sulsel yang diwakili oleh peserta terbaik 1 Provinsi, hanya mampu bertengger pada posisi delapan yang berarti gagal masuk nominasi.

Kabid Penaiszawa berharap kedepannya partisipasi peserta makin banyak, animo masyarakat utamanya kaum milenial terkait dakwah lewat karya animasi semakin meningkat, dalam membina komunitas-komunitas seni perfilman yang ada di kabupaten/kota.

Sebelumnya diberitakan, Kompetisi Film Pendek Islami untuk tingkat Sulsel, diikuti sedikitnya tujuh konten film animasi (movie). Kegiatan ini menurut Kasubdit Seni Budaya Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Nur Kumala Dewi, bertujuan untuk untuk menyiarkan agama Islam kepada masyarakat.

‘’Mengembangkan, melestarikan dan menggali potensi dalam berkreativitas dengan memanfaatkan teknologi, melestarikan seni dan budaya serta menjaga kearifan lokal yang bernuansa islami, meningkatkan rasa cinta dan bangga bagi generasi muda, akan seni budaya Islam, dan memberikan kesempatan berkreativitas dalam menyiarkan agama Islam.

(Sudirman/Kanwil Sulsel/red)

(Editor : Muh Aidil)

Kabid Humas Polda Sulsel : Petugas Gabungan Gencar Lakukan Operasi Saat PPKM Level 3

News Lintas Sulawesi/Polda Sulsel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan berharap pelaksanaan penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) di wilayah hukum Polda Sulsel terus dilakukan dan memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 berjalan dengan baik .

Menurut E .Zulpan PPKM level 3 ini harus dipastikan ketat , mengingat saat ini kasus Covid-19 masih tinggi maka kesadaran masyarakat dalam menerapkan Prokes harus menjadi perhatian.

Dikatakannya, Patroli tim gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, dan Linmas dilakukan Sasaran operasinya adalah warung-warung, restauran, tempat yang banyak kerumunan, serta tempat pelayanan publik lainnya yang tidak mematuhi ketentuan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Seperti halnya yang dilaksanakan tim gabungan PPKM di sepanjang jalan Romang Polong dan Samata Kab. Gowa yang dipimpin oleh Kasubag Dalops Polres Gowa, AKP Muh. Hasyim, Minggu (22/08/21).

Dalam kegiatan tersebut masih ditemukan beberapa warung makan dan cafe yang masih melanggar aturan PPKM oleh karena itu tim gabungan langsung memberi teguran lisan kepada pelaku usaha.

Selain kegiatan operasi ke warung makan tim gabungan PPKM juga melaksanakan operasi Yustisi dengan sasaran pengendara yang tidak menggunakan masker, sebanyak 14 pengendara terjaring dalam operasi tersebut oleh karena itu tim kesehatan langsung melakukan Swab Antigen kepada pengendara yang melanggar protokol kesehatan.

Lebih lanjut dikatakan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan, bahwa pengawasan dan edukasi ini dilakukan mengenai Instruksi Mendagri No.22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3. Sehingga diharapkan dapat menekan dan memutus rantai penyebaran virus corona.

“PPKM Level 3 dilakukan dalam rangka untuk menekan dan memutus rantai penyebaran virus corona. Serta meningkatkan percepatan pertubuhan ekonomi nasional,” kata E .Zulpan , Senin (23/08)

(Agus-Humas Pangkep/Alfi/red)

(Editor : Muh Aidil)

Kabid Humas Polda Sulsel : Polisi Bagi Sembako Saat Lakukan Penyekatan Lalin Selama PPKM, Sangat Berarti Bagi Masyarakat

News Lintas Sulawesi/Polda Sulsel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan mengatakan, dalam penyekatan itu petugas akan fokus pada kegiatan membagikan sembako kepada pengguna jalan yang melintas.

“Pada masa PPKM ini kita lebih konsentrasi dengan cara-cara yang humanis, mengedepankan memberikan imbauan dan pembagian sembako, penyekatan pemeriksaan tetap dilakukan,” kata E .Zulpan saat dihubungi, Senin, (23/8/2021).

Seperti yang dilaksanakan Satlantas Polres Maros yang bertugas dalam operasi penyekatan di wilayah Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros membagikan paket sembako kepada pengguna jalan.

Sebanyak 50 Paket sembako berisi beras,tepung,susu dan mie Instan dibagikan oleh Personil operasi gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Maros, AKP Darmawati.

Operasi penyekatan Mobilitas Masyarakat di PPKM level 3 Kabupaten Maros,berlangsung di Moncongloe, batas kota Kabupaten Maros dan Kota Makassar.”

Selain melakukan penyekatan,kami juga mengalirkan 50 paket sembako berisi Beras,tepung,gula dan Mie Instan kepada Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas

Lebih lanjut , E .Zulpan menjelaskan, pemberian sembako tersebut dilakukan di pos-pos penyekatan untuk meringankan beban warga selama pembatasan aktivitas

Namun, E .Zulpan kembali menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan selama PPKM Level 3.

Ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak PPKM Darurat.

Dikatakannya lagi , Ini adalah wujud kepedulian Polisi kepada masyarakat yang terdampak pembatasan aktifitas

Menurut dia, di tengah situasi pandemi Covid-19 masyarakat kecil banyak yang terdampak. Selain bahaya virus Covid-19, mereka juga terdampak secara ekonomi. Karenanya, bantuan seberapapun nilanya akan sangat berarti untuk masyarakat.

(Agus-Humas Pangkep/alfi/red)

(Editor : Muh Aidil)