Bupaty Banggai hadiri Pembukaan kegiatan SKPP dirangkaikan dengan penanda tanganan MOU Bawaslu Sulteng dengan Universitas Muhamadiyah Luwuk Banggai

News Lintas Sulawesi/Kab Banggai

Mewakili Bupati Banggai, Sekretaris Daerah Kab. Banggai Ir. Abdullah, M.Si menghadiri kegiatan Pembukaan kegiatan Sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) tingkat menengah, yang di rangkaikan dengan penanda tanganan MOU Bawaslu Provinsi Sulawesi tengah dengan Universitas Muhamadiyah Luwuk Banggai, yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan SKPP ini dilaksanakan selama 5 hari, peserta mengikuti materi dan penguatan dari Narasumber unsur akedimisi dan Internal Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/kota. Selasa, 26 Oktober 2021

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Santika Luwuk.
Turut hadir Pimpinan Bawaslu RI Afifudin melalui Daring, Ketua Bawaslu Prov. Sulteng Jamrin bersama anggota, Kasat polres Kab. Banggai Agung, perwakilan dari Dandim 1308 Kab. Banggai, perwakilan SatpolPP, perwakilan Kejari Kab. Banggai, Rektor UNISMUH Luwuk dan jajaran, Wakil Rektor 1 UNTIKA Dr. Isnanto Bidja, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/kota Se-Sulawesi Tengah, ketua KPU Kabupaten Banggai Zaidul Bahri Mokoagow bersama anggota, serta 35 peserta SKPP tingkat menengah dari 7 Kabupaten yaitu kab. Parigi, Donggala, Bangkep, Balut, Morowali Utara, Morowali dan Buol.

Dalam Sambutan tertulis Bupati Banggai H. Amirudin, yang dibacakan oleh Sekda Ir. Abdullah memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya Kepada Bawaslu RI dan Bawaslu Prov. Sulteng telah menempatkan pelaksanaan kegiatan SKPP menengah tahun 2021 di Kab. Banggai.

“Saya selaku Bupati Banggai mengapresiasi dan mendukung kegiatan SKPP yang dilaksanakan oleh Bawaslu guna menciptakan kader-kader pengawas pemilu dimasa-masa yang akan datang,” terang Abdullah.

“Saya berharap, semoga tahun depan Kab. Banggai juga mendapat jatah pembentukan kader pengawasan, sehingga pelaksanaan demokrasi di Kab. Banggai semakin maju dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan”, kata Sekda Banggai.

Pada sambutan berikutnya Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah Jamrin, berharap kepada semua peserta sekolah kader pengawas partisipatif tingkat menengah ini agar dapat memanfaatkan kesempatan dan benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan baik, sebab peserta kali ini adalah orang-orang pilihan yang terpilih dari beberapa Kabupaten yang telah mengikuti sekolah kader pengawas partisipatif tingkat dasar melalui program Bawaslu Republik Indonesia.

“Melalui sekolah kader ini diharapkan akan tertanam nilai-nilai pengawasan itu di sanubari setiap insan atau alumni kader pengawas pemilu” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bawaslu RI Afifudin
berharap agar program prioritas bawaslu ini berjalan dengan baik.

“Kami berharap ini menjadi langkah yang baik sebab ini adalah program prioritas Bawaslu, tahun 2018 bawaslu memulai kegiatan SKPP ini, dan pada tahun 2021 program ini menjadi Prioritas dalam visi misi Presiden dalam pendidikan politik masyarakat,” tuturnya.

(Mu’awanah/Bag. Prokopim Setda Banggai)

(Rahmat Bakari/Biro-Banggai/red)

Wakapolda Gorontalo, Lepas 38 Purnawirawan Polda Gorontalo

News Lintas Sulawesi/Polda Gorontalo

Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Drs. Pudji Prasetijanto Hadi, MH pimpin secara langsung pelepasan purna bakti 36 personel Polri dan 2 ASN Polda Gorontalo Periode Agustus 2020 s/d Oktober 2021, Selasa (26/10).

Pelepasan yang digelar di Aula Titinepo Polda Gorontalo ini diawali dengan penyerahan penghargaan kepada masing-masing purnawirawan dan dilanjutkan dengan penghormatan melalui prosesi Pedang Pora Polda Gorontalo.

Brigjen Pol. Drs. Pudji Prasetijanto Hadi mengatakan Pelepasan Purna Bhakti merupakan bentuk penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada personel kepolisian yang telah berhasil melewati perjalanan tugas hingga mencapai usia pensiun.

Menurut Jenderal Polisi Bintang Satu ini, Purna Bhakti Personel Polda Gorontalo merupakan penghargaan atas pengabdian yang didedikasikan dengan penuh kesetian dan pengorbanan kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dirinya berharap agar purnawirawan yang telah menyelesaikan tugasnya terus berkarya dan tetap berkontribusi kepada Polri, serta tidak berhenti berkreasi dan membuat inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi diri pribadi, masyarakat maupun Kepolisian Republik Indonesia, khususnya di Polda Gorontalo.

“Kami berharap silaturahmi tetap terjaga antara kepolisian yang masih aktif dan para purnawirawan ini karena kita masih dalam satu keluarga besar yakni keluarga besar Polri,” ujarnya.

(Rahmat Bakari/Humas/red)

(Editor : Muh Aidil)

KABIDHUMAS POLDA SULSEL PASTIKAN, PENGANIAYAAN PENSIUNAN GURU DI PANGKEP SUDAH DITANGANI APARAT KEPOLISIAN

News Lintas Sulawesi/Polda Sulsel

Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan menyampaikan Aparat Kepolisian Polres Pangkep terus melakukan penyelidikan kasus Penganiayaan Dengan Senjata Tajam yang menyebabkan seorang pensiunan guru meninggal dunia di Pangkep.

Dijelaskan Kabidhumas, kejadian tersebut terjadi di Rumah Makan Dermaga Empang jalan poros Makassar-Pare Kel. Talaka Kec. Marang Kab. Pangkep, Rabu 27 Oktober 2021 pukul 16.20 wita.

Kombes Pol E. Zulpan juga mengatakan Korban MR( 61), merupakan Pensiunan guru, warga Kampung Gellengnge Kel. Marang Kec. Marang Kab. Pangkep.

E. Zulpan menuturkan kronologi kejadian bahwa saat itu, korban bersama dengan istri AR (58) dan 2 orang anaknya, yakni SM (28) dan AM (32 ) serta 2 orang cucunya sementara santai usai makan di RM .Dermaga Empang Pangkep, tiba tiba pelaku mendatangi korban sambil memelototi matanya dan pelaku memegang parang dalam keadaan terhunus.

Kemudian, lanjut Kabidhumas anak korban yang melihat itu berteriak minta tolong namun sayangnya tidak ada seorangpun yang memberi pertolongan.

Selanjutnya kata Kabidhhumas, korban bersama keluarganya lari ke arah utara dan belok ke arah barat namun menemui jalan buntu dan pelaku terus mengejar dari belakang.

Karena buntu, lanjut E. Zulpan korban berhenti bersama keluarganya dan korban berinisiatif menghadapi pelaku yang datang mengejar, lalu korban mendorong pelaku dan pelaku jatuh ke empang. Namun naasnya, korban terpeleset dan terjatuh juga keempang dan pada saat korban hendak naik ke pematang disitulah pelaku menikam korban sebanyak 3 kali kemudian orang diwarung berdatangan dan pelaku lari ke arah barat. Setelah itu korban dibawa ke puskesmas Marang dan tiba di Puskesmas korban kemudian meninggal dunia.

Dijelaskan lagi Kabidhumas, pelaku setelah kejadian melarikan diri ke arah belakang TKP sekitar empang dan pinggir sungai dan diperkirakan melompat kesungai dan tenggelam pada saat dikejar oleh warga dan Personil Polri.

” Ya, Saat ini disekitar TKP personil Polri dari SPKT Polsek Labakkang dan Polsek Marang sementara melakukan pencarian terhadap Pelaku.

(Humas Polda Sulsel/Muh Alfi/red)

(Editor : Aidil)

Kabidhumas Polda Sulsel, Tegaskan Agar Masyarakat Sulsel Tak Ambil Jalan Pintas Peroleh Sertifikat Vaksin

News Lintas Sulawesi/Polda Sulsel

Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan Kejahatan pemalsuan vaksin Covid-19 kian marak. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan vaksin Covid-19 dan sertifikat atau kartu vaksin Covid-19 sebagai kartu sakti untuk bisa bergerak bebas ke mana saja, kejahatan pemalsuan vaksin marak juga merambah di Sulawesi Selatan.

“Ya, tingginya kebutuhan atas kedua hal itu membuat ada saja individu atau kelompok yang mencoba memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” E. Zulpan.

Seperti yang terjadi di Makassar, Polisi menangkap seorang tenaga kesehatan (nakes) yang pernah bekerja di Puskesmas Paccerekkang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), wanita inisial FT karena membuat 179 lembar surat vaksin palsu. Seorang rekan FT, yakni WD juga diamankan lantaran terlibat pemalsuan surat vaksin tersebut.

Diketahui FT adalah orang yang membantu mencari warga yang hendak melakukan perjalanan jauh namun enggan divaksin. FT menawarkan kepada warga surat vaksin tanpa harus divaksin, sedangkan WD di rumahnya dengan komputernya membuat surat vaksin yang seolah-olah yang menggunakan surat vaksin itu sudah divaksin.

Perbuatan keduanya sudah melakukan aksinya sejak Juli 2021 hingga 17 September lalu. Keduanya memproduksi 179 surat vaksin.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari kecurigaan Dinas Kesehatan Makassar karena banyaknya penerbitan surat vaksin di Puskesmas Paccerekkang. Surat vaksin yang terinput ke dalam aplikasi Pedulilindungi melebihi dari logistik yang diberikan ke Puskesmas tersebut.

Terkait hal itu, E. Zulpan pun mengimbau kepada masyarakat Sulsel untuk tak lagi memesan dokumen palsu ini, baik itu sertifikat vaksin covid-19 ataupun hasil tes.

Sebab, kata E. Zulpan jika masyarakat masih terus memesan, maka pelaku pemalsuan akan terus ada dan menawarkan jasanya dan perbuatan tersebut merupakan tindakan Pidana.

Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol. E. Zulpan juga menegaskan kepada masyarakat agar tidak mencari jalan pintas seperti membeli sertifikat vaksin sebelum disuntik vaksin.

Karena menurutnya, program vaksinasi ini bermanfaat dan salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sulsel dan Indonesia.

“Masyarakat jangan takut melaksanaan vaksin karena itu aman dan dijamin pemerintah,” ujarnya.

(Humas Polda Sulsel/Muh Alfi/red)

(Editor ; Muh Aidil)

Yasonna Serahkan Sembilan Kekayaan Intelektual ke Korpolairud Polri

News Lintas Sulawesi/Jakarta

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, menyerahkan sembilan Kekayaan Intelektual (KI) kepada Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korpolairud Baharkam Polri), Verdianto I. Bitticaca di Markas Komando Korpolairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Selasa (26/10/2021).

“Semoga melalui pelaksanaan acara ini, dapat terjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik antar instansi, baik di lingkungan Kemenkumham maupun dengan Polri, khususnya Korpolairud Baharkam Polri,” kata Yasonna.
Yasonna mengungkapkan bahwa jumlah tingkat pendaftaran KI akan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi suatu negara.

“Karena kekayaan intelektual, baik hak cipta, desain industri, merek, paten, tentunya menghasilkan suatu kreatifitas inovasi dan temuan-temuan baru yang canggih,” ucap Menkumham.

Dengan semakin banyaknya KI yang diberikan kepada Polri, khususnya Korpolairud, menunjukkan adanya peningkatan dan kemajuan kesadaran akan hak cipta yang terjadi di tubuh Korpolairud.

Yasonna yang dalam kesempatan itu didampingi Wakil Menteri Eddy Hiariej dan Sekretaris Jenderal Andap Budhi Revianto, mengajak seluruh lapisan masyarakat serta aparatur negara untuk peduli dan sadar akan pentingnya melindungi KI.

“Kita juga harus menjaga dan menyosialisasikan, serta mendorong masyarakat untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya,” tutur Yasonna.

Adapun sembilan KI yang diberikan Menkumham ke Kepala Korpolairud Baharkam Polri, antara lain Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Pataka dan Lambang Kesatuan Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Brevet dan Wing Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Kendaraan Dinas Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Desain Gapura Markas Kesatuan.

Kemudian, Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Pakaian Dinas Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Booklet Sarana dan Alat Utama Korpolairud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Lagu Mars Airud; Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Lagu Hymne Airud; dan Surat Perlindungan Pencatatan Ciptaan Lagu Pengantar Pindah Tugas.

Bagi Korpolairud sendiri, pemberian KI ini merupakan bentuk kolaborasi dan dukungan Kemenkumham dalam mendukung tugas dan fungsi Kepolisian Perairan dan Udara.

(Safrida S Fabanyo/Red)

(Edotor ; Aidil)

TNI-Polri Gencar Gelar Vaksinasi Covid 19 Massal, Kabid Humas Polda Sulsel : Wujud Sinergitas Bantu Pengendalian Covid 19

News Lintas Sulawesi/Polda Sulsel

Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengatakan kegiatan serbuan vaksinasi yang diselenggarakan TNI-Polri merupakan wujud sinergitas dalam membantu pengendalian COVID-19 di Tanah Air termasuk di Sulsel.

Dijelaskannya, Jajaran TNI-Polri dan lapisan masyarakat Sulsel saling bekerja keras dengan saling bergandengan tangan, untuk mendukung target vaksinasi di Tanah Air sebesar 70 persen dan mendukung pencapaian target harian dua juta dosis per hari.

Hal ini disampaikannya, usai diselenggarakan Vaksinasi Massal dan Baksos oleh Alumni AKABRI 1990 memperingati 31 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, di Anjungan Pantai Losari Makassar, Selasa (26/10).

“Ini merupakan bentuk wujud sinergitas dan soliditas TNI-Polri, khususnya upaya melaksanakan strategi menekan laju pertumbuhan COVID-19 kuhusnya di Sulsel,” kata E. Zulpan.

Menurut dia, berkat kerja keras TNI Pori, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang ikut membantu saat ini seluruh wilayah di Indonesia telah mengalami penurunan level PPKM termasuk di Sulsel.

Kombes Pol E. Zulpan menyebutkan, Pandemi Covid-19 semakin melandai, termasuk di Sulawesi Selatan. Angka positivity rate harian Covid-19 senantiasa turun selama beberapa pekan terakhir ini .

Untuk diketahui, positivity rate merupakan perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Dengan semakin menurunnya positifity rate tersebut menunjukkan bahwa penularan Covid-19 di Sulsel mulai terkendali.

Atas capaian tersebut, E. Zulpan mengapresiasi jajaran TNI, Polri, relawan, Pemda, tenaga kesehatan dan unsur masyarakat lainnya yang telah berjuang bersama untuk menangani pandemi virus corona di Sulsel.

Namun, E. Zulpan pun mengingatkan, agar semua pihak tidak lengah dengan capaian penurunan kasus harian COVID-19.

Ia menegaskan, agar aparat dan pemerintah daerah di Sulsel tetap melakukan dan menegakkan strategi pengendalian COVID-19, yakni disiplin protokol kesehatan dengan “3M” (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), penguatan “3T” (Tracing, Testing dan Treatment) serta percepatan vaksinasi.

Kabidhumas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan

“Ini harus pertahankan strateginya bagaimana kami melaksanakan 3T, prokes utamanya memakai masker, dan yang paling penting mewujudkan kekebalan imunitas dengan mempercepat vaksinasi. Yang tentunya kami harapkan dengan ada tiga strategi ini laju COVID-19 bisa dikendalikan dan ekonomi pun bertumbuh,” ujar E. Zulpan.

Menurut E. Zulpan, di tengah pandemi COVID-19 laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan. Oleh karena itu, harus tetap melakukan pengawasan ketat terkait dengan aktivitas masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Semua bisa terjadi apabila kita semua tetap waspada, jangan euforia dengan angka yang turun kita tetap jaga prokes dan tentunya masyarakat yang belum divaksin harus semuanya segera datang ke lokasi yang disiapkan untuk lakukan vaksin,” ujar E. Zulpan..

(Humas Polda Sulsel/Muh Alfi/red)

(Editor ; Muh Aidil)

Jadi Prajurit TNI AD, Asa 9 Pemuda Bajau Sultra

News Lintas Sulawesi/Kendari

Pada Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karir (Cara PK) Gelombang II TA. 2021,  dari 641 orang terdapat 9 orang pemuda Bajau yang menyambung asa jadi prajurit TNI AD.

Rusmin jelaskan, kegiatan pemeriksaan dan pengujian (Rik/Uji) awal Cata PK Gelombang II ini akan dimulai pada hari Senin (25/10/2021).

Hal ini dikatakan Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail dalam rilisnya, Kendari, Sultra, Sabtu (23/10/2021).

“Hari ini 641 orang pemuda Sultra mengikuti pengecekan akhir menjelang Rik/uji yang akan dimulai pada hari Senin lusa,”ujar dia.

Dari 641 orang itu, lanjut Rusmin, terdapat 9 orang pemuda Bajau.

“Perlu diketahui, di lingkungan Korem 143/Halu Oleo, prajurit dari suku Bajau masih dikatakan sedikit,”terang Rusmin.

Sedangkan yang paling banyak menurutnya yaitu dari Buton (147 orang), Muna (143 orang), Bugis (117 orang), Tolaki (110 orang), Moronene (29 orang).

“Selain itu ada juga dari Wawonii, Jawa, Toraja, Ambon, Bali dan suku lainnya yang telah lama tinggal di Sultra”ujar Rusmin

“Ini tentunya juga menggambarkan bahwa Sultra merupakan provinsi yang heterogen dan hidup berdampingan, rukun dan damai.”tambahnya.

Selain pembagian gelombang dan pengarahan kepada peserta seleksi, menurut Rusmin, juga dilakukan penandatangan Pakta Integritas.

“Ini penting, karena menjadi bagian jaminan atau garansi bagi peserta, orang tua mereka maupun kepada pimpinan TNI AD bahwa seleksi penerimaan prajurit dilaksanakan secara transparan, obyektif, jujur dan berkeadilan,”ujar Rusmin.

Senada disampaikan Rusmin, Kasipers Kasrem 143/HO Kol Arh Saptarendra katakan bahwa hingga saat ini pemuda Sultra dari Suku Bajau masih dikatakan sedikit.

“Dari data yang ada, hingga kini di Korem 143/HO baru ada 4 orang dan itu seluruhnya berasal dari Tamtama. Ini juga tentu dapat dilihat dari jumlah animo yang mendaftar,”ujarnya.

Sejak tahun lalu, lanjut Sapta, yang menonjol yaitu meningkatnya calon prajurit dari suku Tolaki.

“Ini tentunya selaras dengan kebijakan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa tentang kesempatan bagi putra daerah untuk jadi prajurit TNI AD,” tegas lulusan Akmil tahun 1996 itu.

“Untuk dikatagorikan putra daerah, yaitu dipersyaratkan minimal domisili 3 tahun di tempat yang bersangkutan mendaftar”imbuhnya.

Terkait dengan alokasi, Sapta sampaikan bahwa kali ini akan diterima sejumlah 93 orang.

“Berlaku sistem zonasi, yaitu alokasi wilayah Kodim Kolaka 20 orang, Buton 21 orang, Muna 16 orang, Kendari 28 orang dan Butur 8 orang. Jadi mereka berkompetisi berdasarkan wilayah masing-masing,”tandasnya.

Lanjut Sapta katakan, pada tahun 2020, terdapat 333 orang pemuda Sultra yang jadi Tamtama TNI AD dari sub Panda Kendari (Korem 143/HO) yang jadi prajurit TNI AD.

“Untuk tahun 2021, pada gelombang pertama sejumlah 95 orang. Semoga pada tahun 2022 nanti, alokasi untuk pemuda Sultra bisa bertambah, baik Tamtama, Bintara maupun Perwira,”ujar Sapta penuh harap.

Untuk diketahui, seleksi yang akan digelar mulai tanggal 25 Oktober s.d  5 November 2021 dan pada tanggal 13 November 2021 para peserta yang dinyatakan lulus di tingkat Sub Panda akan melaksanakan seleksi tingkat pusat di Rindam XIV/Hsn.

(Umar Dany/Kendari/red)

(Editor ; Aidil)

Gedung Sekolah Pun Mangkrak, Yahdi : Penanggulangan Bencana Memang Bobrok

News Lintas Sulawesi/PALU, Sulteng

Relawan Pasigala, Moh. Raslin, bersama timnya melakukan pemantauan dan penelusuran di empat titik lokasi pembangunan rehabilitas dan rekonstruksi (rehab rekon) sekolah yang molor tersebut, yakni M.Ts. Petobo, SDN 1 SDN 2, dan SD Inpres Petobo. Di lansir dari Media Lokal Radar Sulteng, 26 Oktober 2021.

Dalam penelusuran Relawan Pasigala di empat titik lokasi pembangunan rehab dan rekon sekolah di Kelurahan Petobo Kota Palu, terlihat progres pencapaian target pekerjaan masih variatif antara 50 persen sampai 70 persen. Padahal waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut telah lama berakhir atau sekitar sembilan bulan terhitung dari penandatanganan kontrak kerja oleh kontraktor pelaksana PT. Sentra Multikarya Infrastruktur 5 juni 2020, dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender dengan nilai kontrak Rp 37.413.102.000,- sumber dana Bank Dunia. Artinya bahwa saat berita ini dilansir, pekerjaan tersebut telah mengalami keterlambatan sekitar 270 hari..

“ Bangunan sekolah tersebut belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, “ ungkapnya.

Relawan Pasigala, Moh. Raslin bersama timnya Afdal dan Nurcahyohadi tak tanggung-tanggung kali ini menurunkan tim yang dibackup oleh Lembaga Bantuan Hukum Garda Keadilan Nusantara (LBH-GKN) Aceng Lahay, SH.
Tim ini menemukan adanya dugaan penggunaan aksesoris yang tidak dipersyaratkan, terlihat pada plat strip dari struktur bangunan tersebut sudah banyak berkarat.BERITA TERKAIT

“Dimana peranan quality control dalam mengawasi penggunaan aksesoris yang tidak layak tersebut. Panel-panel pun diinstal sangat amburadul. Terlihat jelas tidak persis antara panel yang satu dengan panel lainnya, “ paparnya lagi.

Oleh karena itu, Raslin bersama timnya kesal miliaran dana yang digelontorkan melalui utang Bank Dunia namun pembangunan rehab rekon sekolah tersebut dibangun asal-asalan. Raslin bersama timnya akan terus melakukan penelusuran dan monitoring yang dijadwalkan ke lokasi pembangunan sekolah yang lain, yang ada di Kabupaten Sigi meliputi M.Ts. Bobo, Kaleke, Balamba, Bangga dan Pombewe.

Saat tim Relawan Pasigala mengkonfirmasi kepada koorlap dari kontraktor pelaksana PT. SMI, Tambunan, memberikan keterangannya bahwa salah satu faktor dari keterlambatan pekerjaan tersebut adalah curah hujan tinggi dan banyaknya pencurian di sekitar lokasi pekerjaan.

Namun pernyataan Tambunanl tersebut ditepis oleh Afdal salah seorang jurnalis independen yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan alasan keterlambatan yang dikemukakan oleh koorlap tersebut. Menurut Afdal, pernyataan tersebut hanya sebuah argumen yang tidak beralasan.

Yahdi : Ini fakta bahwa Penanggulangan Bencana di Sulteng Memang Bobrok

Sejak sy pimpin Pansus P3B (Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana) 28-9, pada Nopember 2018 hingga September 2019, memang kinerja Pemerintah & Pemerintah Daerah saya nilai sebagai RAPORT MERAH.

Banyak bengkalai aspek rehabilitasi & rekonstruksi yg ditinggalkan hingga usainya Pilkada pada Desember 2020 sebagai sirkulasi kekuasaan pemerintahan daerah, baik Gubernur maupun Kabupaten/Kota. Termasuk Kab/Kota terdampak bencana minus Donggala dan Parigi Moutong.

Nah, maka pemerintahan daerah yg baru ini, harus kerja lebih ekstra dengan skema yg lebih inklusif.

“Kalau manajemen nya terbuka, korupsi jadi minim, sebab publik berhak pantau langsung, mana² pekerjaan rehab-rekon yang harusnya diselesaikan prioritas. Infrastruktur Sekolah ini hal yg sangat vital dalam proses rehab-rekon kita”.

Bisa jadi benar sinyalemen Gubernur Cudy, “Ada yang coba menari-nari di atas derita korban bencana”.

Ini musti di kawal ketat, diawasi kuat oleh badan² pemeriksa dan dipantau publik.

(INUM-CP/Sulteng/red)

Panglima TNI dan Kapolri, Hadiri Vaksinasi dan Baksos Akabri 1990

News Lintas Sulawesi/Jakarta

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan vaksinasi massal dan bakti sosial (baksos) yang diselenggarakan oleh Alumni Akabri 1990 secara terpusat di Gedung Jaga Nusantara 1 (JN1) Kelapa Dua, Tangerang Selatan, Selasa (26/10/2021).

Dalam kunjungannya, Sigit menyampaikan apresiasi kepada Akabri 90 yang telah ikut berpartisipasi dalam melakukan akselerasi percepatan vaksinasi.

“Hari ini tentunya kita apresiasi seluruh Akabri 90 yang telah ikut berkontribusi dalam melaksanakan percepatan vaksinasi yang memang saat ini untuk bisa mencapai target pak Presiden dimana akhir tahun bisa 70 persen masyarakat sudah divaksin,” kata Sigit.

Menurut Sigit, akselerasi vaksinasi yang dilakukan oleh Akabri 1990 melalui vaksinasi massal, door to door untuk menyentuh masyarakat lain, dan kelompok lanjut usia (lansia). Hal itu membuktikan kontribusi nyata dari TNI-Polri.

“Tentunya ini menjadi bagian kontribusi TNI-Polri yang bergabung dengan stakeholders yang ada untuk bisa melakukan akselerasi vaksinasi yang menjadi harapan pak Presiden,” ujar Sigit.

Disisi lain, Sigit juga meminta jajaran TNI-Polri dan seluruh stakeholder untuk mewaspadai laju pertumbuhan Covid-19, saat menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Menurut Sigit, antisipasi tersebut harus dipersiapkan untuk mencegah adanya potensi laju pertumbuhan Covid-19 di Indonesia meningkat pasca-hari libur.

“Dalam kesempatan ini karena kita akan menghadapi Nataru, kita tahu dengan pengendalian laju Covid-19 yang kita laksanakan, maka aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan karena sudah dilakukan penurunan level di masing-masing PPKM. Namun demikian saya ingatkan kita tidak boleh lalai, abai dan harus waspada,” papar Sigit.

Eks Kapolda Banten ini mengingatkan, meskipun angka Covid-19 di Indonesia yang saat ini sudah mulai bisa dikendalikan, namun hal itu tak lantas membuat penanganan dan pengendalian Pandemi virus corona menjadi tidak maksimal lagi kedepannya.

Sigit menegaskan, kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) harus tetap dilakukan meskipun laju pertumbuhan Covid-19 telah menurun. Apalagi, ketika menghadapi libur-libur panjang nantinya.

“Kuncinya bagaimana di tengah relaksasi dan kesempatan yang diberikan untuk aktivitas, prokes harus dilaksanakan secara ketat dan kuat. Ini membutuhkan kedisiplinan dan kesadaran bagi seluruh masyarakat untuk menjaga prokes karena kita lihat di beberapa wilayah saat ini sudah mulai kendor terutama penggunaan masker,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Jika tidak waspada dan hati-hati, Sigit menyebut, kedepannya dikhawatirkan akan ada potensi meningkatnya kembali angka COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru mendatang. Mengingat, adanya mobilitas yang tinggi dari masyarakat.

“Ini kalau tak hati-hati kita hadapi Nataru akan ada potensi mobilitas yang tinggi, kerumunan dan ini berdampak kepada meningkatnya angka COVID-19. Karena di negara tetangga kita masih terjadi fluktuasi terhadap angka covid,” ucap Sigit.

Pada kegiatan vaksinasi Gelar Akabri 1990 yang dilaksanakan di 18 provinsi ini, total target vaksinasi sebanyak 162.417 dosis jenis vaksin Sinovac menggunakan stok vaksin milik Kemenkes RI dan TNI-Polri. Adapun sasaran vaksinasi yaitu pelajar, mahasiswa, masyarakat umum dan lansia.

Dalam kesempatan ini juga diberikan bansos sebanyak 50.760 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19 dan santunan kepada keluarga anggota serta PNS TNI-Polri yang meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 1.245 orang.

(Humas Polda Sulsel/Muh Alfi/red)

(Editor : Muh Aidil)

Kios Jual Miras Tanpa Izin di Maahas Digerebek, Polisi Sita Belasan Botol

News Lintas Sulawesi/Polres Banggai

Tim Tarantula Satuan Sabhara Polres Banggai kembali menggerebek sebuah kios penjual munuman keras tanpa izin di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Senin (25/20/2021) malam.

Dari kios milik warga berinisial AS (33), polisi menyita belasan botol miras berbagai merek tanpa izin.

“Kami menindak lanjuti laporan masyarakat yang resah dengan kios ini, karena jual miras,” kata Kasat Sabhara Polres Banggai Iptu Jimyarto Anasim SH.

Saat dilakukan penggrebekan, lanjut Iptu Jimyarto, pemilik kios bersama istrinya sudah tak dapat berkutik lagi dan langsung menunjukan miras yang dijualnya.

“Barang bukti yang ditemukan yakni 5 botol Bir Guinnes ukuran 620 ml dan 6 botol Bir Bintang,” ungkap Iptu Jimyarto.

Seluruh barang bukti miras kemudian disita petugas sedangkan pemilik kios digelandang ke Mako sabhara Polres Banggai guna didata oleh petugas dan diminta untuk tidak kembali menjual miras tanpa izin lagi.

“Ini merupakan kegiatan untuk memberikan rasa aman dan mencegah terjadinya tindakan kriminalitas yang disebabkan oleh pengaruh miras,” pungkas Iptu Jimyarto.*

(Rahmat Bakari/Biro-Banggai/red)

(Editor : Aidil)