Aksi ibu – ibu RW 11 Kelurahan Kembangan Utara, Kota Jakarta Barat minta Gubernur, Walikota Jakarta Barat, Camat Kembangan dan Lurah Kembangan Utara untuk melindungi hukum warga yang diintimidasi, Kamis (26/8/2021).
Aksi yang di motori langsung Ibu -Ibu sekaligus meminta dukungan warga dalam bentuk tanda tangan dengan tetap menjaga protokol kesehatan, sehingga warga di lingkungan RW 11 tetap aman dari covid 19.
Walaupun aksi ini mendapat teguran Satpol PP yang diinstruksikan langsung Lurah Kembangan Utara untuk menurunkan Baliho dukungan yang terpasang di jalan Utama perempatan perumahan Taman Permata Buana, Kembangan Utara.
Namun larangan satpol PP tak diindahkan oleh para ibu – ibu, karena lokasinya tidak mengganggu lalu lintas dan di dalam kompleks perumahan itu sendiri, sehingga pada saat melakukan aksi pada pukul 09. 00 hingga 11.00 berjalan aman dan tertib hinggga berlanjut di sore hari pukul 16.30 hingga 15.20 WIB hingga selesai.
Aksi yang dikordinatori oleh Ibu Merlin ini dimaksudkan untuk menjaga hubungan sosial warga di lingkungan setempat.
Menurut Ibu Merlin, aksi ini murni atas keprihatinan warga yang diintimidasi oleh salah satu warga yang tak sependapat dengan para pengurus RT dan RW.
“Kami prihatin Pak, masa sesama warga diintimidasi. Selama ini kita hidup rukun, baik – baik dan saling menghargai satu sama lain.” Cetus Ibu Merlin di lokasi aksi itu.
Sementara Nensi, salah seorang warga yang memberi dukungan tanda tangan di tempat aksi tersebut menyampaikan agar persoalan ini cepat selesai dengan damai, hidup damai dengan warga sehingga tidak ada lagi masalah dan ke depan tidak ada gangguan lain, kasian kalau masalah ini berlama – lama dan meprihatinkan warga.
“Saya sebagai warga di lingkungan RT yang berbeda juga ikut resah atas masalah ini. Oleh karena itu masalah ini segera diselesaikan supaya tidak terjadi lagi ke depan.” Kata Ibu Nensi.
Sedangkan Ibu Fani menginginkan segera damai, agar tetap akur hidup bertetangga, karena hidup damai itu tentram.
“Cepat damai pak, karena kita bertetangga, supaya dilihat sama orang luar tidak ada masalah.” Tutup Ibu Fani, Warga RW 11.
Dalam rangka upaya menuju bebas Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terutama di Kota Medan, Komando Daerah Militer I Bukit Barisan kembali melaksanakan Serbuan Vaksinasi TNI Buat Siswa dan Pelajar dengan bekerjasama dengan Pihak Yayasan Perguruan Sutomo Medan. Vaksinasi kali ini diikuti para siswa SMA dan guru.
Hal ini disampaikan Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Hassanudin SIP, MM didampingi Aster Kasdam I/BB Kol. Inf Susanto Lastua Manurung, Kakesdam I/BB Kol. Ckm M. Yunus saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi kepada Siswa Sekolah SMA Sutomo Medan di Jalan Jl. Letkol Martinus Lubis No. 7 Medan, Kamis (26/8/2021).
Pangdam menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan Vaksinasi ini adalah untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dan mempercepat terbentuknya herd imunnity di kalangan siswa dan civitas akademika yang sehat, terbebas dari Covid-19.
“Percepatan yang dilakukan seperti pada hari ini dengan bekerjasama dengan pihak Yayasan Perguruan Sutomo Medan dan kemarin juga telah dilaksanakan Vaksinasi siswa sekolah di Santo Thomas Medan untuk usia 12-17 tahun di Kota Medan,” tegas Pangdam.
Walau sudah di vaksin tetap patuhi Protokol Kesehatan 5M, mulai dari Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Aktivitas diluar ruangan.
” Dengan segala usaha dan upaya kita lakukan, kita berharap kehidupan dapat kembali normal dan aktivitas kegiatan belajar-mengajar bisa segera berlangsung kembali,” pungkas Pangdam.
Turut hadir, Dandim Medan Kol. Inf. Agus Setiandar S.I.P, Ketua Yayasan Perguruan Sutomo Medan Johan Arifin, Kepala SMA Sutomo 1 Medan Khoe Tjok Tjin, Camat Medan Kota Yudi Chairuniza SSos MAP, Lurah Pusat Pasar Latifah Hanum SH dan Pejabat Kodim 0201/ Medan.
Guna meningkatkan imunitas dan kebugaran tubuh dimasa pandemi Covid-19 saat ini Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, melakukan gowes bersama staf pada Jumat (27/8/2021).
Sebelum gowes, Pangdam beserta staf Kodam I/BB lebih dulu melakukan pemeriksaan kesehatan dan senam pemanasan.
Pangdam menyampaikan bahwa kegiatan gowes ini dilaksanakan selain meningkatkan imunitas tubuh di tengah kondisi pandemi- Covid-19, juga menjadi wadah komunikasi kepada anggota untuk meningkatkan spirit kerja, sehingga dalam pelaksanaan tugas pokok sehari-hari dapat tercapai dengan baik,” ucap Pangdam.
“Kegiatan gowes ini juga diharapkan bisa menjadi budaya hidup sehat di lingkungan Kodam I/BB, dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat kota Medan .
Pelaksanaan gowes ini dilaksanakan dengan tetap penerapan disiplin Protokol Kesehatan yang ketat.
Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, sulit menyembunyikan rasa kecewa saat mengetahui bahwa kasus penculikan anak [1] yang telah bersangsung lebih dari 8 bulan di Polres Cianjur belum menemui titik terang alias berlarut-larut. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu mengaku sangat prihatin atas kasus tersebut dan menyayangkan rendahnya profesionalitas oknum aparat kepolisian untuk menuntaskan kasusnya sesegera mungkin.
“Saya sangat kecewa dengan cara kerja oknum-oknum polisi di Polres Cianjur yang menangani kasus itu. Saya sudah datangi Polres Cianjur pada 5 Februari 2021 lalu saat keluarga Derryl Kurniadi (anak korban penculikan – red) meminta bantuan untuk mengawal kasus ini. Saya pertanyakan penanganan kasusnya kepada Kanit PPA yang menangani, namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti,” ungkap Wilson Lalengke kepada media ini, Kamis, 26 Agustus 2021.
Menurutnya, Team PPWI yang menyambangi Polres Cianjur menjumpai oknum polisi bernama Asep Sodikin. Ketika ditanyakan keberadaan anak korban penculikan, Asep mengatakan bahwa Derry Kurniadi dititipkan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Cianjur, Jawa Barat. Usai di Polres Cianjur, Team mendatangi lokasi yang dimaksud. PPWI juga melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Ketua RT setempat, serta tetangga sekitar. Namun, mereka tidak diperkenankan masuk oleh penjaga P2TP2A. Alasannya, pimpinan tidak berada di tempat, dan si anak dilarang bertemu dengan siapapun.
Sehari setelahnya, Ketua RT setempat mengabarkan ke PPWI bahwa tidak ada satupun anak di kantor P2TP2A Cianjur sebagaimana disampaikan oleh oknum polisi Asep Sodikin. Berdasarkan fakta ini, dapat diduga bahwa oknum polisi Asep Sodikin terindikasi berbohong. Belakangan diketahui bahwa pemimpin P2TP2A Cianjur, bernama Lidia, diduga kuat bekerjasama dengan si penculik dalam mengelabui orang tua si anak korban penculikan agar tidak dapat menemukan anaknya.
“Ternyata oknum pimpinan P2TP2A Cianjur yang bernama Lidia ini terindikasi membantu si penculik Sofyan Jendi alias Dio dalam menyembunyikan anak korban penculikan. Minimal, Ibu Lidia diduga kuat tidak netral dalam kasus Derryl itu. Kita memiliki bukti tertulis bahwa Sofyan Jendi memberikan pekerjaan kepada Ibu Lidia, yang merupakan pengacara ini, untuk menangani kasus klien-nya si Sofyan Jendi itu,” terang pengacara keluarga korban penculikan, Zakaria Ginting, SH, MH, dalam keterangannya kepada PPWI Nasional.
Dalam kasus ini, tambah Wilson Lalengke, pihaknya tidak mempersoalkan masalah hukum yang harus dilalui dalam penyelesaian kasus tersebut. “Keberatan atau pertanyaan substantif kita sebenarnya adalah soal anak yang tidak boleh bertemu orang tuanya selama lebih dari 8 bulan ini. Saya curiga ada skenario jahat yang dirancang oleh penculik anak ini yang terkesan diback-up oleh oknum polisi Polres Cianjur dan pimpinan P2TP2A. Entah apa tujuannya, saya tidak tahu. Bayangkan, 8 bulan lebih Derryl Kurniadi yang masih usia 6 tahun saat diculik tidak diizinkan dijenguk ayah-ibunya atau keluarga lainnya, pun tidak juga boleh ditemui pengacara keluarga ini. Di mana otaknya para oknum polisi dan pihak terkait yang menangani kasus tersebut?” kata Lalengke yang mengaku geram terhadap perilaku dholim para oknum polisi Cianjur terhadap keluarga dan anak korban penculikan itu.
Anehnya, lanjut tokoh pers nasional itu, ketika dirinya menghubungi oknum polisi Asep Sodikin dan mempertanyakan mengapa penanganan anak korban penculikan yang ditanganinya bisa berlarut-larut dan tidak memberikan informasi apapun tentang keberadaan Derryl Kurniadi selama ini kepada orang tuanya, Asep berdalih bahwa prosesnya masih berlangsung, tidak berlarut-larut, dan tidak benar bahwa orang tua Derryl tidak diberi akses bertemu anaknya. “Dia bilang tidak berlarut-larut, faktanya sudah 8 bulan belum ada kejelasan proses hukum atas kasus ini. Anak itu manusia, bukan barang atau benda mati yang boleh ditahan semaunya, entah sampai kapan. Bagaimana mungkin mereka membiarkan anak korban penculikan itu dilarang bertemu orang tuanya dalam kurun waktu yang sedemikian lama? Apakah anak itu mau diambil atau diadopsi penculik? Atau mau diambil negara? Atau mau dikemanakan Derryl Kurniadi itu?” beber Lalengke penuh pertanyaan.
Lebih parah lagi, oknum polisi Asep tersebut secara serampangan mengatakan bahwa sudah ada kepastian hukum atas kasus itu. Atas pernyataan konyol Asep Sodikin ini, Lalengke langsung menyergah. “Kepastian hukum apa? Kepastian hukum itu adanya di ujung ketokan palu hakim di pengadilan, bukan di Anda, Kang Asep. Anda ini polisi tapi tidak paham aturan hukum. Parah ini oknum polisi di Pores Cianjur,” kata Lalengke secara langsung kepada polisi Asep Sodikin saat berdebat melalui saluran telepon, Kamis, 26 Agustus 2021, siang.
Untuk diketahui, pada tanggal 15 Desember 2020 telah terjadi peristiwa yang dapat diduga sebagai tindakan penculikan seorang anak berusia 6 tahun atas nama Derryl Kurniadi oleh seorang pria lajang usia menjelang 60-an tahun, bernama Sofyan Jendi alias Dio, mantan tetangga orang tua Derryl. Derryl yang merupakan anak dari Danny Eka Prasetio (29), warga Kemayoran, Jakarta Utara, “dipinjam” oleh Dio dari rumah neneknya di Villa Rahayu Kp. Pasir Kampung, RT.004, RW.016 Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sekira pukul 12:00 siang.
Saat dijemput itu, Dio beralasan kepada nenek korban bahwa ia hanya ingin mengajak Derryl jalan untuk makan siang. Sejak siang itu hingga kini, Derry Kurniadi raib tidak tentu rimbanya. Dikatakan demikian, karena orang tua korban tidak tahu (tepatnya tidak diberitahu dan dihalang-halangi untuk mengetahui – red) tentang keberadaan anak korban penculikan itu.
Terkait dengan kasus tersebut, pihak keluarga anak korban penculikan memohon bantuan kepada semua pihak kiranya berkenan menolong mereka menemukan anaknya. “Kami sudah datangi dan minta bantu ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Komnas Anak, KPAI, tapi hasilnya masih nihil. Kami juga beberapa hari lalu sudah mendatangi Balai Anak Handayani, di Bambu Apus, Jakarta Timur, katanya anak kami dititipkan di sana. Eh, tidak boleh bertemu, katanya harus didampingi oleh Polres Cianjur yang menitipkan anak itu di sana. Besoknya kami datang lagi, dua hari berturut-turut, kata petugas di Handayani, polres Cianjur mau datang, eh tidak datang-datang,” keluh kakenya Derryl, bustomi. (APL/Red)
Ketua Presidium Forum Aneuk Nanggroe Aceh Peduli Damai Sejahtera (FANAPDS), Hasnawi Ilyas, meminta penegak hukum untuk segera menuntaskan kasus mesum yang melibatkan oknum pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Aceh berinisial TJ yang ditangkap warga sebulan yang lalu.
“Kita berharap pihak Satpol PP-WH Kota Banda Aceh dan kejaksaan untuk segera menuntaskan kasus yang melibatkan anak buah Menteri Agama RI di Aceh. Kasus tersebut harus jadi pelajaran penting para ASN dan pejabat kantoran supaya berprilaku terpuji,” ujar Hasnawi Ilyas,Rabu, 25 Agustus 2021.
Tambah pria yang akrab dengan panggilan Awi Juli, seharusnya pegawai dan pejabat yang berada di Kantor Kementerian Agama RI Wilayah Aceh harus menjadi contoh dalam menerapkan Syariat Islam, namun sayang, malah yang terjadi si oknum pejabat tersebut itu yang melanggar Syariat Islam.
“Sungguh sangat disesalkan si pelaku mesum tersebut pejabat di Kemenag Aceh, yang tak lain anak buah Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Prilaku dia merusak citra Aceh dan syariat Islam,” sebut Awi Juli.
Untuk itu, Hasnawi Ilyas mengingatkan, bila kasus tersebut diendapkan dan tidak segera dituntaskan, nama baik Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas ikut tercoreng, karena masyarakat sangat hafal Menteri Agama RI sekarang adalah Yaqut Cholil Qoumas, tokoh nasional yang sering tampil di televisi.
“Setiap bicara pegawai Kemeterian Agama, masyarakat pasti terbayang wajah Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, beliau kan tokoh nasional, jadi kalau prilaku ASN Kemenag baik ya baik nama beliau,” sebut mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka ini.
Lanjut Awi Juli, salah satu cara menjaga nama baik Aceh yang berstatus syariat Islam dan nama baik Kementerian Agama RI dibawah kendali Yaqut Cholil Qoumas adalah dengan menuntaskan kasus tersebut, kemudian oknum tersebut segera dipecat dari jabatan.
“Semua sama di depan hukum, jangan dibedakan. Kalau rakyat biasa dicambuk, pejabat juga wajib dicambuk, bila perlu lebih berat hukumannya, apalagi yang bersangkutan pejabat di kementerian embel embel agama,” kata Awi Juli.
Seperti diberitakan, oknum pejabat Kemenag Aceh berinisal TJ berusaha kabur saat digerebek warga karena diduga mesum di sebuah rumah dalam kawasan Lueng Bata. Namun berhasil ditangkap dan ditahan selama 20 hari di Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.
“Oknum tersebut diisukan orang dekat Kepala Kantor Kemenag Aceh. Saat ini menjabat salah satu Kasubbag di Kanwil Kemenag Aceh. Sementara perempuannya berinisial RH disebut sebagai pegawai kebersihan di Kantor Kemenag Aceh. Si TJ sendiri baru setahun dilantik menjadi salah satu kasubbag di Kemenag Aceh,” ujar sumber yang mengetahui banyak soal Kemenag Aceh dibawah kepemimpinan Iqbal Muhammad. (MTH/Red)
Morocco is the target of deliberate, hostile attacks led by the enemies of the Kingdom’s territorial integrity that build their positions on ready-made, yet obsolete, premises, said Friday HM King Mohammed VI, adding that they simply do not want Morocco to remain free, strong and influential.
“Morocco is a target because it is a country steeped in history – it has existed for more than twelve centuries, not to mention the nation’s longstanding Amazing history – and it is governed by a citizen-based monarchy which has existed for more than four centuries, and which is rooted in a solid bond between the throne and the people,” the Sovereign stressed in a speech to the Nation on the occasion of the 68th anniversary of the Revolution of the King and the People.
Morocco is also a target because of the security and stability it enjoys; these are invaluable assets, especially in light of the upheavals characterizing today’s world, the Monarch said, adding that the Kingdom, like some other countries of the Arab Maghreb Union, is the target of deliberate, hostile attacks.
Regrettably, a few countries, especially European ones, which are traditional partners, fear for their economic interests, markets and spheres of influence in the Maghreb region, HM the King added, noting that some of their leaders fail to understand that the problem does not lie in the systems of Maghreb countries, but in their own.
“Therefore, they want us to become like them. And to that end, they invoke unfounded pretexts and accuse our national institutions of failing to uphold rights and freedoms in order to tarnish their reputation and try to undermine the esteem and great respect enjoyed by our country.”
“They do not want to recognize that the rules of the game have changed – that our countries are able to manage their own affairs and use their energies and resources for the benefit of their peoples,” the Monarch noted.
In fact, some reports have really crossed the line. Instead of calling for Morocco’s efforts for balanced development in the region to be supported, they made recommendations to impede Morocco’s progress, arguing that its development creates an imbalance among Maghreb countries, HM the King said.
Furthermore, they concocted a full-fledged campaign to distort the image of our security institutions and undermine their usefulness and effectiveness in preserving Morocco’s security and stability, the Sovereign added, noting that these institutions also provide support and coordinate action at the regional and international levels, as acknowledged by a number of those countries themselves.
The plots hatched by the enemies of our territorial integrity only enhance Moroccans’ faith and their resolve to continue defending their homeland and its interests, the Monarch pointed out.
Whether those parties like it or not, we shall continue on the path we have chosen for ourselves, despite the enemies’ exasperation and the envy of those who hate us, HM the King said.
Some people claim that Morocco is being attacked because it has changed its political and strategic direction, or because of the way it is handling some diplomatic issues, the Sovereign added, noting that this is simply not the case.
“Morocco has, indeed, changed, but not in the way they want it to. Morocco does not accept that its best interests be trampled on. At the same time, my country is keen to have strong, constructive and balanced relations, especially with our neighbors,” the Monarch underlined.
Seleksi Tilawati Qur’an Dan Hadits (STQH) Ke XXVI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan di laksanakan di Kabupaten Banggai Laut (Balut) yang pembukaannya akan di laksanakan pada tanggal 27 Agustus 2021.
Guna mempersiapkan keamanan pelaksanaan STQH ke XXVI Tingkat Provinsi Sulteng tersebut, TNI-POLRI yaitu Jajaran Polsek Banggai, Koramil Banggai, BPBD Balut dan Sat Pol PP Pemda Balut melaksanakan apel gabungan persiapan pengamanan pembukaan kegiatan tersebut yang berlokasi di Taman Kota Balut yang juga tempat dilaksanakannya STQH ke XXVI Kelurahan Lompio Kecamatan Banggai. 26/08/2021.
Dalam apel gabungan tersebut secara bergantian Kepala Dinas BPBD Balut Mulyadi Modjang ST, Kapolsek Banggai Karel Paeh.SH.MH dan Danramil Banggai Kapt.Inf.Selumiel memberikan arahan tentang pelaksanaan pengamanan dan protokol kesehatan di masa pandemi korona.
Adapun peleton peserta apel gabungan yaitu 2 (dua) peleton personil Polri, 2 (dua) peleton personil TNI, 2 (dua) peleton personil Sat Pol Pp dan 1 Peleton Personil BPBD.
Kapolres Bangkep AKBP REJA A. SIMANJUNTAK SH.SIK.MH melalui Kapolsek Banggai Akp Karel Paeh SH.MH mengatakan ” Dalam pelaksanaan kegiatan yang besar seperti ini, sebagai unsur pelaksana pengamanan, penting dilakukan kesiapan apel gabungan untuk lancarnya kegiatan STQH nantinya. Protokol kesehatan juga di terapkan dalam event ini “
Sebagai bentuk perhatian, Kapolsek Lamala bersama Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam) Masama dan Puskesmas Tangeban melakukan pengecekan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar Covid-19, Kamis (26/8/2021).
Kapolsek Lamala AKP I Nyoman Dunia mengatakan, pengecekan itu dilakukan untuk memastikan bahwa warga yang sedang menjalani masa Isoman tetap berada di rumah serta guna memantau kondisi kesehatan.
“Kami ingin mengecek kondisi kesehatan serta memastikan bahwa pasien tetap berada di rumah selama menjalani masa Isoman,” kata AKP I Nyomman Dunia.
AKP I Nyoman Dunia menungkapkan, warga yang sedang menjalani Isoman diimbau untuk selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan cara melakukan olahraga secara mandiri di dalam rumah serta selalu berdoa.
“Mereka juga diberikan motivasi agar tetap semangat, selalu berfikir positif dan sabar selama menjalani masa Isoman,” ungkap Kapolsek Lamala.
Mantan Kasat Sabhara Polres Banggai ini mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga dan peduli agar Covid-19 tidak lagi menyebar ke banyak pihak dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M.
“Butuh perhatian dan kesadaran bagi kita semua dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan 5 M,” imbau AKP I Nyoman Dunia.*
Kasat Samapta Polres Bangkep Iptu Octavianus L.Kiwol.SH melakukan pengecekan kendaraan dinas (randis) roda 2 (R2) dan sepeda patroli dinas di halaman depan ruang Sat Samapta Mako Polres Bangkep. (26/08/2021).
Pelaksanaan kegiatan pengecekan randis R2 dan sepeda patroli, Kasat Samapta Polres Bangkep di dampingi oleh para kanitnya. Dalam pemeriksaan dan pengecekan randis R2 dan sepeda patroli Sat Samapta dalam rangka kesiapan melaksanakan tugas-tugas Sat Samapta seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli guna stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Bangkep.
Jumlah daripada randis R2 yang di cek olej Kasat Samapta Polres Bangkep R2 Kawasaki KLX 250 CC 15 unit, R2 Suzuki Trail 199 CC 13 Unit, R2 Yamaha Vixion 2 Unit dan Sepeda Patroli 11 Unit.
Kasat Samapta dalam kesempatannya mengatakan ” Pengecekan ini rutin di lakukan supaya di dalam pelaksanaan tugas-tugas Sat Samapta sehari-hari tidak ada hambatan. Ada beberapa unit yang tidak dalam keadaan baik, namun kami akan perbaikinya demi pelayanan kepada masyarakat yang memerlukan kehadiran anggota Polri demi Kamtibmas yang kondusif dan nyaman”
Hari Kamis tanggal 26 Agustus 2021, Polres Bangkep Peduli melakukan aksi sosial berupa memberi bantuan semen di 6 (enam) rumah ibadah yang berada di Kecamatan Buko Kabupaten Bangkep.
Tim Polres Bangkep Peduli yang di pimpin oleh Kasubbag Bin Ops Bag Ops Polres Bangkep Akp. Herman bersama Kasubbag Pers Bag Sumda Akp. T.Yesene , Kasubbag Hukum Bag Sumda Iptu Beny Tiiyo dan KBO Intelkam Ipda M.Ruhil Newton Sugiarto. SH kemudian di dampingi oleh Kapolsek Buko Iptu Marthen Tangkelangi , SH serta beberapa personilnya mendatangi 3 (tiga) Mesjid dan 3 (tiga) gereja untuk di berikan bantuan berupa semen.
Adapun keenam rumah ibadah di Kecamatan Buko yang mendapatkan bantuan semen masing-masing 15 (limabelas) sak adalah :
Masjid Nur Iman Desa Labasiano
Masjid As Syuhada Desa Tataba
Masjid Al Hidayah Desa Malanggong
GPIBK Naviri Desa Malanggong
GPIBK Eklesia Desa Labasiano
GPIBK Kalvari Eitu Desa Pasiubatu
Aksi sosial dari Polres Bangkep Peduli ini di sambut baik oleh masing-masing 3 pengurus mesjid dan 3 pengurus gereja tersebut dan mereka sangat berterimakasih atas bantuan yang di berikan. Mereka semua merasa sangat terbantu dalam kelanjutan rehabilitasi maupun pembangunan tempat ibadah yang di gunakan.
Terpisah , Kapolres Bangkep Akbp.Reja A. Simanjuntak SH.SIK.MH mengatakan ” Program Polres Bangkep Peduli merupakan bentuk kepedulian kami bersama PJU dan anggota Polres Bangkep yang menyisihkan rezekinya dalam membantu sesama “