Ketua PD Ferari Batu Bara Helmy Damanik SH didampingi Sekretarisnya Rudi Harmoko SH, meminta agar SN tidak lagi berbicara tentang Nandha Athasi, karena Nanda Athasi telah mencabut pemberian kuasanya.
Hal tersebut ditegaskan Ketua PD Ferari Batu Bara Helmi Damanik SH yang didampingi Sekretarisnya Rudi Harmoko SH pada konprensi Pers di Sekretarian DPD Ferary Sumut, jln gagak hitam Medan, senin pagi 25/10.
Nanda yang hadir dalam konprensi Pers menjelaskan bahwa, terkait kasus yang sedang ia hadapi, dirinya telah mencabut Kuasa terhadap Kuasa hukum yang sebelumnya pada tanggal (08/10/2021).
“Disini saya mewakili istri Indarti Mira Dinata menyampaikan bahwa saya telah mencabut Kuasa hukum dengan Advokat “SN” dan saya telah mencabut Kuasa dari Kantor hukum “HA” dan rekan di Medan pada mengenai pelaporan saya di Propam Polda Sumut, telah saya cabut.” Ungkapnya Nanda Athasi.
Kemudian pada tanggal (10/10/2021) Nanda mempercayai sekaligus menunjuk Federasi Advocat Republik Indonesia (FERARI) untuk menjadi Kuasa hukumnya yang baru. “Saya telah mengganti Kuasa hukum dengan ferari Kabupaten Batu Bara pertanggal (10/10/2021).” Ujarnya.
“Nanda juga menegaskan, terkait kasus yang menimpah dirinya telah diselesaikan dengan menempuh jalur damai, atas dasar kesepakatan dari kedua belah pihak memutuskan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
“Saya sampaikan bahwa kami telah berdamai secara kekeluargaan di Kepolisian Republik Indonesia yaitu di Polres Batu Bara dan Polsek Lima Puluh bersama Doli Sitompul (Pelapor) dengan bukti perjanjian di Notariskan.” Tegasnya.
Nanda juga menjelaskan perdamaian tersebut terjadi adalah merupakan itikad baik kami antara pihak pelapor dan terlapor, kemudian segala pelaporan saya, saya cabut tanpa ada paksaan manapun atau tekanan dari pihak – pihak lainnya.” Terangnya.
Pada kesempatan yang sama ketua DPC FERARI Kabupaten Batu Bara Helmisyam Damanik, SH. selaku Kuasa hukum Nanda Athasi yang baru meminta kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan kliennya untuk menerima keputusan yang telah di tetapkan Nanda Athasi sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Saya menghimbau kepada mantan kuasa hukum Nanda Athasi yang pencabutan kuasanya tertanggal 8 oktober 2021 kiranya tidak perlulah berstatemen yang berlebihan mengingat terkait permasalahan saudara nanda ini kan sudah berdamai dua belah pihak tanpa ada paksaan ataupun tekanan dari manapun dan saudara nanda sudah menunjuk kami sebagai kuasa hukumnya pada saat ini.” Pungkasnya.
Polres Banggai terus memantapkan kemampuan anggota dengan latihan Pengendalian Massa (Dalmas), di Lapangan Mapolres Banggai, Senin (25/10/2021). Pemantapan ini dilakukan khususnya menjelang Pilkades Serentak tahun 2021.
Latihan yang dipimpin langsung Kabag Ops AKP Laata SH, didampingi Kasat Sabhara Iptu Jimyarto Anasim SH, tersebut juga guna me-refresh kembali agar anggota semakin profesional dalam melaksanakan tugas-tugas di lapangan.
“Ini untuk melatih keterampilan personel, sehingga semakin professional dalam menjalankan tugas,” ungkap AKP Laata.
Mantan Kapolsek Palu Timur ini mengungkapkan, kemampuan Dalmas bukan hanya dimiliki oleh anggota Sabhara saja, melainkan seluruh anggota Polri, termasuk Reskrim, Intel, Lantas, Satnarkoba, Binmas dan Staf juga harus menguasainya.
“Ini dilakukan guna memantapkan agar dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran maupun kesalahan prosedural saat pengamanan unjuk rasa,” ungkap AKP Laata.
Perwira pangkat tiga balak ini berharap dengan seringnya dilaksanakan latihan Dalmas, maka personel akan mudah dan lancar dalam melakukan pengamanan, terlebih saat penanganan jika terjadi pengerahan masa yang besar.
“Segala sesuatunya perlu dilatihkan, tanpa latihan dan kesiapan yang baik, tidak mungkin mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuh AKP Laata.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi, Dalmas awal, Dalmas lanjut, cara penggunaan peralatan dan kelengkapan Dalmas perorangan, penggunaan flasball, laras licin, serta penggunaan tali dalmas.
Setelah menjalankan misi perdamaian Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) di Bangui RCA yang tergabung dalam pasukan FPU 2 Minusca, personel Polres Sinjai Brigadir Kepala (Bripka) Jasman, SH, akhirnya kembali ke tanah air.
Personel yang menjadi kebanggaan Polres Sinjai ini begitu tiba di Polres Sinjai, mereka langsung menghadap Kapolres Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Iwan Irmawan, S.Ik.,M.Si.Senin (25/10/2021).
Saat menerima kedatangan personelnya, Kapolres Sinjai pun memberikan apresiasi dan merasa bangga karena sudah berhasil melaksanakan tugas Negara dengan baik tanpa ada cela melakukan pelanggaran apapun.
Kapolres Sinjai mengatakan bahwa pengiriman prajurit Bhayangkara ke Bangui RCA ini, sebagai peluang untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi di ranah internasional yaitu menjaga perdamaian dunia.
Kapolres Sinjai Akbp Iwan Irmawan S.Ik.,M.Si mengapresiasi prestasi dan pengabdian Bripka Jasman, SH yang telah selesai melaksanakan misi perdamaian PBB dengan baik.
“Terima kasih sudah membawa nama harum bangsa Indonesia, institusi Polri dan kesatuan Polres Sinjai Pengalaman yang diperoleh disana sangat berharga bagi Anda,” Ujarnya.
“Selamat datang dan Selamat bergabung kembali dengan rekan- rekan di Polres Sinjai. Tetap semangat, Tetap memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, Bangsa dan Negara,” Pungkasnya.
Kuasa hukum Nanda Athasi gelar Konferensi pers terkait sengketa Kuasa terhadap kliennya di Kantor DPD Ferari Sumut, Jalan Ringroad/Gagak Hitam, Pasar 3, Kecamatan Medan Sunggal.
Dalam keterangan persnya Nanda mengatakan, terkait kasus yang sedang ia hadapi, dirinya telah mencabut Kuasa terhadap Kuasa hukum yang sebelumnya pada tanggal (08/10/2021).
“Disini saya mewakili istri Indarti Mira Dinata menyampaikan bahwa saya telah mencabut Kuasa hukum dengan Advokat “SN” dan saya telah mencabut Kuasa dari Kantor hukum “HA” dan rekan di Medan pada tanggal (08/10/2021) mengenai pelaporan saya di Propam Polda Sumut, telah saya cabut.” Ungkapnya Nanda Athasi.
Kemudian pada tanggal (10/10/2021) Nanda mempercayai sekaligus menunjuk Federasi Advocat Republik Indonesia (FERARI) untuk menjadi Kuasa hukumnya yang baru. “Saya telah mengganti Kuasa hukum dengan ferari Kabupaten Batu Bara pertanggal (10/10/2021).” Ujarnya.
“Nanda juga menegaskan, terkait kasus yang menimpah dirinya telah diselesaikan dengan menempuh jalur damai, atas dasar kesepakatan dari kedua belah pihak memutuskan untuk diselesaikan secara kekeluargaan.
“Saya sampaikan bahwa kami telah berdamai secara kekeluargaan di Kepolisian Republik Indonesia yaitu di Polres Batu Bara dan Polsek Lima Puluh bersama Doli Sitompul (Pelapor) dengan bukti perjanjian di Notariskan.” Tegasnya.
Nanda juga menjelaskan perdamaian tersebut terjadi adalah merupakan itikad baik kami antara pihak pelapor dan terlapor, kemudian segala pelaporan saya, saya cabut tanpa ada paksaan manapun atau tekanan dari pihak – pihak lainnya.” Terangnya.
Pada kesempatan yang sama ketua DPC FERARI Kabupaten Batu Bara Helmisyam Damanik, SH. selaku Kuasa hukum Nanda Athasi yang baru meminta kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan kliennya untuk menerima keputusan yang telah di tetapkan Nanda Athasi sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Saya menghimbau kepada mantan kuasa hukum Nanda Athasi yang pencabutan kuasanya tertanggal 8 oktober 2021 kiranya tidak perlulah berstatemen yang berlebihan mengingat terkait permasalahan saudara nanda ini kan sudah berdamai dua belah pihak tanpa ada paksaan ataupun tekanan dari manapun dan saudara nanda sudah menunjuk kami sebagai kuasa hukumnya pada saat ini.” Pungkasnya.
Komandan Kodiklat TNI AD, Letjen TNI AM Putranto, SSos, secara simbolis menyerahkan paket bantuan sosial Batalyon Tim Pertempuran (YTP) R-100 Kodam I/BB kepada warga masyarakat di Marihat, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (24/10/2021).
Dankodiklatad didampingi Danpussenif Letjen TNI Arif Rahman, M.A, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, Wadan Kodiklatad Mayjen TNI Kasuri, Ir Kodiklatad Mayjen TNI Gabriel Lema, Para PJU Kodiklatad serta sejumlah PJU Kodam I/BB.
Penyerahan bansos sebanyak 1.000 paket dilangsungkan di halaman Mess PTPN 4 Marihat. Letjen TNI AM Putranto, SSos, berharap, paket bansos yang diserahkan ini bisa bermanfaat serta memberikan berkah kepada TNI AD untuk senantiasa mampu melakukan darma bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara.
Seluruh rangkaian kegiatan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan penerimaan Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (23/10).
Sebelum memimpin Apel pasukan, Panglima TNI dan Kapolri mengecek langsung lokasi hotel yang akan dijadikan tempat karantina Wisman dan melihat alur atau proses penerimaan turis asing ketika hendak berlibur ke Pulau Dewata.
“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka penerimaan wisatawan mancanegara di Bali, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana,” kata Sigit dalam amanatnya.
Pembukaan pintu Internasional telah diatur dalam Keputusan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Diantaranya proses karantina untuk Wisman dilakukan selama 5X24 jam atau 5 hari sejak kedatangan.
Terkait hal itu, Sigit menekankan, kepada seluruh personel TNI-Polri untuk memastikan seluruh persyaratan dan protokol kesehatan (prokes) terhadap kedatangan Wisman dijalankan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Menurut Sigit, dalam penerimaan turis asing, personel TNI dan Polri harus bekerjasama dan bersinergi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Apabila prosedur penerimaan Wisman kecolongan atau tidak sesuai SOP, kata Sigit, hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan lonjakan laju pertumbuhan virus corona dan adanya ancaman transmisi varian Covid-19 dari luar negeri. Sehingga, tak hanya warga Bali yang terdampak, melainkan seluruh masyarakat Indonesia akan dirugikan.
“Integritas dan kerjasama antar Satgas yang ada di dalamnya betul-betul solid. Rekan-rekan adalah gerbang terakhir penanganan Covid-19 kalau kecolongan angka akan naik. Sebagai gerbang terakhir tolong disiplin, integritas, kerjasama baik dipertahankan agar kita bisa menjaga sesuai SOP yang ada dan benar,” ujar Sigit menegaskan kepada seluruh pasukan Apel.
Mantan Kapolda Banten ini menekankan, dibukanya pintu Wisman ke Bali, merupakan wujud dari salah satu kerja keras dari Pemerintah bersama masyarakat, dalam melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19.
Dengan penurunan kasus harian hal itu akan dibarengi dengan diturunkannya level PPKM. Sehingga, aktivitas masyarakat secara perlahan akan dibuka atau kembali normal, dengan tetap menerapkan prokes yang kuat.
Dibukanya penerimaan Wisman ini, menurut Sigit juga upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya Bali, wilayah tersebut sangat terdampak karena sektor pariwisatanya terhenti akibat Pandemi Covid-19.
“Ini merupakan tindaklanjut dari upaya kerja keras dari seluruh tim yang tergabung dalam upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19, sehingga saat ini laju Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan. Pemerintah melakukan evaluasi termasuk persiapan kita dalam memberikan kesempatan membuka lagi Bandara Internasional untuk menerima kedatangan turis,” ucap eks Kabareskrim Polri ini.
Setelah mengecek alur penerimaan, Sigit mengungkapkan, TNI-Polri harus memastikan Wisman itu dilakukan pengecekan soal vaksinasi, kemudian surat test RT-PCR dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan turis itu negatif dari Covid-19, hingga menuju lokasi karantina yang disiapkan.
“Secara umum persiapan cukup baik. Namun demikian ada perbaikan maupun koreksi serta evaluasi untuk memastikan semua yang dilaporkan dan kita kunjungi berjalan dengan baik. Khususnya beberapa tempat yang menjadi perhatian bersama di area yang digunakan untuk menunggu. Proses PCR satu jam tolong seluruh satgas yang tergabung tolong pak Gubernur di cek ulang. Kita memastikan tes PCR sesuai apa yang diharapkan,” papar Sigit.
Kemudian, Sigit juga menyatakan soal kesiapan di hotel lokasi karantina. Ia sangat menekankan agar lima hari proses karantina dilakukan sesuai aturan. Bahkan, Sigit juga memberikan solusi untuk menyiapkan kegiatan yang membuat Wisman tidak mengalami rasa bosan selama menjalani isolasi.
“Kemudiam terkait dengan wilayah digunakan untuk karantina, pastikan bahwa masyarakat ataupun wisatawan yang berkunjung melaksanakan aturan yang ada terkait dengan ketentuan 5 hari. Dan ini menimbulkan kejenuhan dan harus dipikirkan bagaimana di area yang dipakai karantina ada beberapa kegiatan yang tentunya bisa diberikan untuk hilangkan kejenuhan,” papar Sigit.
Sigit berharap, kesiapan penerimaan Wisman di Bali ini bisa berjalan dengan baik. Mengingat, Pulau Dewata juga akan menyelenggarakan beberapa event Internasional kedepannya. Sehingga, harus dibuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan agenda nasional atau internasional dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan.
Menurut Sigit, Indonesia telah membuktikan ke mata dunia bahwa kedua hal itu mampu dilaksanakan. Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan PON ke-XX di Papua, yang berjalan aman dan tidak adanya lonjakan kasus aktif virus corona.
“Oleh karena itu pentingnya dievaluasi terkait perkembangan dari negara dimana turis tersebut akan datang. Sehingga kemudian kita akan menjadi lebih siap dan di dalam pengecekan akan lebih hati-hati. Ada risiko yang kita hadapi apabila kita kendor dan lalai,” tutup Sigit.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Kantor Kesbangpol melaksanakan sosialisasi pembinaan Ideologi dan wawasan kebangsaan untuk para pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas), LSM, Tim Penggerak PKK, dan Pengurus Dharmawanita yang berlangsung di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Dilansir dari media Batarapos.com –Sabtu (23/10/2021).
Bupati Luwu Timur, H. Budiman dalam sambutannya mengatakan, Pancasila merupakan tatanan untuk mengatur kehidupan yang mengandung nilai-nilai kerohanian, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah dan demokrasi, serta tatanan kehidupan sosial yang adil dan beradab.KONTEN SPONSOR
Menurut Bupati, Nilai-nilai pancasila merupakan buah pikiran dan gagasan besar bangsa indonesia tentang kehidupan yang dianggap baik yang memberi corak, watak serta ciri masyarakat dan bangsa Indonesia yang membedakan dengan masyarakat atau bangsa lain.
Oleh Karenanya, kata Budiman, Pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan ini penting karena merupakan bentuk pengokohan eksistensi sebagai bangsa yang kuat, bersatu dan berdaya saing, serta terjaganya sejarah dan kecintaan terhadap tanah air.
“Revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai pancasila menjadi agenda yang sangat dibutuhkan. Kepada segenap elemen masyarakat, agenda tersebut bukan hanya sekedar soal bagaimana kita semua dapat menghafal kembali kalimat dan urutan sila-silanya, tetapi yang jauh lebih penting adanya upaya bersungguh-sungguh agar ruh pancasila benar-benar terpancar didalam dinamika kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Budiman berharap, semua elemen masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama. Pasalnya, sosialisasi ini sekaligus memberikan pembekalan, dalam arti bahwa materi yang disampaikan agar benar-benar dipahami sehingga wawasan dan pengetahuan yang di peroleh dapat disebarluaskan kepada masyarakat. (hms/ikp/kominfo)
Jajaran Polres Banggai berpatroli di sejumlah tempat keramaian untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).
Dalam patroli ini juga petugas sekaligus mengimbau masyarakat yang sedang menikmati makanan agar tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes) khusunya penggunaan masker.
“Sasaran patroli adalah cafe-cafe, lokasi kuliner dan tempat keramaian lainnya,” kata Kasubbag Humas Polres Banggai Iptu Haryadi SH,Sabtu (23/10/2021).
Dalam memutus rantai penularan Covid-19 dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap disiplin prokes, Polres Banggai rutin menggelar patroli sekaligus mensosialisasikan ketentuan PPKM Level 3 serta program vaksinasi.
“Saat ini pemerintah bersama TNI/Polri tak henti-hentinya terus berupaya dalam menanggulangi penularan Covid-19,” ucap Kasubbag Humas.
Himbauan pendisiplinan prokes yang dilaksanakan oleh personel Polres Bamggai secara mobile dengan menggunakan mobil patroli tetap dilakukan secara santun dan humanis.
“Meski kasus Covid-19 terus melandai, kami tak bosan ingatkan warga pentingnya prokes. Karena sampai saat ini pandemi Covid-19 masih ada,” pungkas Iptu Haryadi.*
Aparat Polsek Kintom membagikan masker kepada sejumlah pengguna jalan yang melanggar protokol kesehatan (prokes), Sabtu (23/10/2021).
Pembagian masker itu dilakukan dalam Operasi Yustisi yang digelar dalam rangka guna pencegahan Covid-19 di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Mapolsek Kintom.
“Aksi ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19,” kata Kapolsek Kintom Iptu Andriansyah Arthadana.
Selain membagikan masker, para pelanggar juga diberikan sanksi berupa teguran agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.
“Kami berharap masyarakat agar mematuhi Prokes 5M, terutama dengan menggunakan masker apabila keluar rumah,” imbau Kapolsek.
Sebab, menurut Kapolsek, patuh terhadap prokes diyakini dapat mengurangi resiko penularan Covid-19 terutama dari orang yang terinfeksi kepada orang lain.
“Para pelanggar prokes juga diberikan sosialisasi untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” tutup Kapolsek.*
Kapolsek Batui Iptu I Kadek Yoga Widata SH, bersama anggotanya mengamankan sejumlah warga lantaran kedapatan menggelar pesta miras, Sabtu (23/10/2021).
“Ada 8 warga yang kita amankan. Salah satunya wanita,” ungkap Iptu Yoga.
Kedelapan warga itu diamankan saat Kapolsek Batui memimpin patroli di Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.
“Saat itu kami masuk ke jalan Seseba untuk mengecek salah satu rumah warga yang menurut informasi sering dijadikan pesta miras,” terang Iptu Yoga.
Setibanya di rumah tersebut, petugas menemukan delapan warga tengah asyik meneguk miras jenis cap tikus, bir guinnes dan Bir Bintang.
“Selain miras, kita juga mengamankan sebilah sajam jenis badik,” beber Iptu Yoga.
Saat ini kedelapan warga pesta miras tersebut telah diamankan di Mapolsek Batui guna dimintai keterangan lebih lanjut.*