Mewakili Bupati Banggai, Sekda menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng

News Lintas Sulawesi/Kab Banggai

Mewakili Bupati Banggai, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. Abdullah, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tengah. Senin, 13 September 2021

Rakorda pengendalian inflasi tahun 2021 ini mengusung tema “Pengamanan ketersediaan pasokan pangan dan optimalisasi penyerapan kredit usaha rakyat (KUR)”.

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, yang dihadiri oleh Seluruh Bupati/Wali Kota Se-Provinsi Sulawesi Tengah, Kabag Ekonomi Se Kab/Kota Provinsi Sulteng, dan Seluruh Anggota TPID Se Prov. Sulteng secara Virtual.

Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pengembangan Kawasan Wilayah Setda Banggai Drs. Djayadin, MM, Para Pimpinan OPD, Kepala Badan Statistik, Kepala Perum Bulog, Kepala Cabang Bank BRI, BNI, Mandiri, dan Kabag Prokopim bersama staf.

Gubernur Sulawesi Tengah selaku Ketua TPID dalam hal ini diwakili oleh Wakilnya Ma’mun Amir dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dalam rangka melaksanakan koordinasi terkait ketersediaan pasokan pangan serta keterjangkauan harga dan optimalisasi Penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) di masa Pandemi Covid -19 di Provinsi Sulteng yang merupakan salah satu cara dalam rangka pemulihan ekonomi di Provinsi Sulteng, tutur Ma’mun Amir.

“Kepada seluruh OPD sebagai anggota TPID untuk bersungguh-sungguh bekerja sama dan bekerja keras sesuai dengan tugas pokok masing-masing, melalui langkah-langkah strategi dalam rangka memperbaiki kembali perekonomian Provinsi Sulteng demi memenuhi cita-cita Sulteng lebih sejahtera dan lebih maju”, terangnya.

Mewakili Bupati Banggai, Ir. Abdullah menyampaikan ketersediaan pangan (beras) Kab. Banggai terpantau stabil dan cukup untuk masyarakat Kab. Banggai sampai dengan 3 bulan kedepan.

“Sejak pandemi Covid-19 sekitar bulan Maret sampai dengan Agustus 2021 ketersedian pangan dan harga 11 komoditi di Kab. Banggai stabil. Serta stok Beras yang ada sejumlah 1.528,76 Ton. Sedangkan kebutuhan masyarakat Kab. Banggai yakni sekitar 791,3 ton stok beras. Artinya stok pangan di daerah kab. Banggai masih cukup untuk 3 bulan kedepan” terangnya.

Lebih lanjut Sekda Abdullah menjelaskan “Sementara untuk bulan Juli dan Agustus terdapat panen padi seluas 305 Ha. Sementara untuk bahan pangan lainnya di kab. Banggai tetap stabil kecuali bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan” tuturnya.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Abdullah mengatakan bahwa KUR (Kredit Usaha Rakyat) di Kabupaten Banggai untuk bank BRI sudah tembus 199 Milyar lebih yang mana tersentuh untuk sektor perdagangan, pertanian, kelautan, dan lain-lain. Selanjutnya Bank Mandiri telah melakukan KUR untuk sektor perdagangan, dan sektor jasa lainnya sebesar 136 Milyar. Selanjutnya untuk bank BNI KUR telah disalurkan sebesar 109 Milyar yang rata-rata di kondisikan untuk sektor pertambangan, nelayan, dan Bengkel.

“Mohon bantuan dan arahan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulteng untuk memberi pengarahan terkait pengendalian inflasi di daerah ini, agar apa yg menjadi tujuan kita bersama dapat terkendali dengan baik” tutupnya.

(Sub. Bagian Dokumentasi & Publikasi Pimpinan, Bag. Prokopim Setda Banggai/Mu’)

(Rahmat Bakari/Biro-Banggai/red)

Rekomendasi Dan Hasil Rapimnas Ke – IV Majelis Nasional KAHMI 2021

News Lintas Sulawesi/JAKARTA

Majelis Nasional KAHMI 2021 gelar Rapat Pimpinan Nasional Ke-IV diikuti dengan pelantikan sejumlah pengurus teras dan serah terima Koordinator Presidium MN.KAHMI dari Viva Yoga Mauladi ke Koorpres baru Areza Patria, Minggu (12/9/2021).

Rapimnas ini digelar secara fisik dan webinar dengan mempertimbangkan prokes covid 19 yang telah berlangsung 2 tahun terakhir ini.

Ketua OC, Umar A. Lessy mengatakan bahwa Rapimnas tersebut berjalan lancar mulai pukul 11.00 hingga 22.30 WIB di hadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat negara.

Pejabat yang hadir antara lain AA. Lanyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI, sebagai Keynote Speaker.

Dalam giat Rapimnas tersebut juga digelar diskusi publik yang dipresentasikan oleh pembicara nasional seperti Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan RI, Arsjad Rasyd, Ketua Umum KADIN INDONESIA, Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah Kosmetik, Mardani H. Maming, Ketua Umum HIPMI dan Ir. Sharmila, M.Si Ketua Umum INKOWAPI.

Hadir dalam Rapimnas tersebut  puluhan pengurus teras baik yang lama maupun yang baru dilantik serta para undangan.

Menurut Ato Ismail selaku SC menjawab pertanyaan detikindonesia  menyampaikan bahwa RAPIMNAS KAHMI KE IV 2021 ini digelar dengan tema “Pulihkan Kesehatan, Bangkitkan Ekonomi, dan Wujudkan Keadilan Sosial” ini adalah bagian misi KAHMI di masa pandemi ini.

Ia juga menyampaikan beberapa point penting hasil Rapimnas Majelis Nasional KAHMI sebagai berikut:

Rekomendasi Rapimnas Ke-IV  Tahun 2021

Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) dengan mengharapkan Ridlo’ Allah SWT melalui Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) MN KAHMI Ke-4 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 12 September 2021 dengan tema “Pulihkan Kesehatan, Bangkitkan Ekonomi, Wujudkan Keadilan Sosial”, dengan ini merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

Secara Eksternal:

  1. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar konsisten dalam menentukan kebijakan menangani Pandemi Covid-19 antara lain dengan mencegah praktek komersialisasi alat kesehatan, Vaksin, PCR dan Swab Anti Gen.
  2. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar pemberlakuan PPKM disesuaikan dengan kondisi masing-masing Daerah.
  3. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar segera membuka sekolah tatap muka supaya tidak terjadi lost generation.
  4. MN KAHMI mendesak Pemerintah melegalisasi Vaksin Nusantara sebagai karya anak bangsa untuk mewujudkan ketahanan kesehatan Nasional.
  5. MN KAHMI mendesak Pemerintah segera menciptakan lapangan kerja dan selektif hanya menerima TKA yang keahliannya tidak tersedia di Indonesia
  6. MN KAHMI mendesak Pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor dan meminimalisir impor dalam rangka kemandirian bangsa melalui peningkatan produksi dalam negeri dengan memberi berbagai fasilitas kepada koperasi dan UMKM.
  7. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar kebijakan impor berpihak kepada kepentingan Nasional dengan menciptakan iklim usaha yang sehat.

8.MN KAHMI mendesak Pemerintah agar menindak tegas terhadap pelaku penistaan agama yang sah dan diakui Negara.

Ato Ismail menambahkan, Saat menyampaikan 8 point penting hasil rekomendasi eksternal ini, ATO Ismail berharap covid segera usai dan koopres baru di bawah kendali Ariza Patria dapat berjalan dengan baik.

“Ya, kami berdoa agar covid 19 usai dan insyah Allah Koorpres yang Baru Mas Ariza Patria yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta ini bisa dilaksanakan secara baik dan sehat selalu.” Tutup Ato Ismail yang juga sebagai Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti MN.KAHMI .

(Alfian POLHUNED/Jakarta/red)

(Redaksi NLS)

KSJ Sumut Peserta Apel, Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Daerah Diapresiasi Gubsu

News Lintas Sulawesi/Medan – 13-09-2021

Akhir akhir ini bencana alam telah melanda beberapa daerah di Kabupaten dan Kota, baik bencana banjir, angin puting beliung dan tanah lonsor, termasuk banjir bandang akibat cuaca ekstrim yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara.


Dalam kaitan penanggulangan bencana alam ini, Pemerintah Propinsi Sumatera Utara melalui Badan Penggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta komunitas masyarakat melakukan apel gelar pasukan dalam rangka kesiap siagaan penanggulangan bencana di daerah Sumatera Utara, Senin pagi 13/09, di Apron lapangan Suwondo Polonia Medan.


Untuk kesiap siagaan penanggulangan bencana alam di Sumatera Utara, Komunitas Sedekah Jumat ( KSJ ) sebagai unsur kesiap siagaan organisasi sosial di Sumut, ikut dalam apel gelar pasukan penanggulangan bencana alam yang dipimpin Wakil Ketua Umum KSJ Syahil, SE dengan menhadirkan 3 unit kenderaan roda empat.


Gubsu Edy Rahmayadi yang didampingi Pangdam I/ BB Mayjen TNI Hassanuddin, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Muhammad Nurdin, Dan lantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono, Waka Poldasu Brigjen Pol Dadang Hartanto, serta Dan Lanud Suwondo Kolonel Pnb J.H. Ginting, berhenti sejenak didepan kenderaan KSJ ketika meninjau peserta apel gabungan dengan kenderaan masing masing.


Syahil SE, Wakil Ketua Umum KSJ yang berdiri didepan kenderaan KSJ, sempat di tanya Gubsu Edy Rahmayadi, ini KSJ dengan kenderaan peserta apel yang dibina oleh Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis, titip salam saya ya.
Sontak Syahil memberi jawaban, Siap Pak Gubernur, kami siap untuk tugas membantu penanggulangan bencana di daerah Sumatera Utara.


Terlihat Gubsu Edy Rahmayadi tersenyum memberi apresiasi kepada KSJ, tak urung Syahil ikut tersenyum dengan ucapan terima kasih Bapak Gubernur.


Penulis : Drs Syaiful Syafri, M.M
Editor : Rahmat Hidayat

Kabid Humas Imbau Warga Sulsel, Waspada Pencurian Dan Penipuan Dengan Hipnotis

News Lintas Sulawesi/Polda, Sulsel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan mengimbau warga Kab. Luwu dan Sulsel secara umum untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi hipnotis bertujuan mengambil barang berharga milik korban.

E. Zulpan mengatakan hal itu, menyusul adanya laporan Polisi kejadian hipnotis bermodus menanyakan alamat yang menimpa. SS (67) , warga Jl. Gunung Latimojong, RT/RW : 001/002, Kel. Tampumia Radda, Kec. Belopa, Kab. Luwu

Kasus Penipuan dengan cara hiptnotis tersebut terjadi pada Rabu 01 September 2021 di Pammanu, Kel. Pammanu, Kec. Belopa Utara Kab. Luwu. Dan dilaporkan pada Hari Minggu tanggal 12 September 2021.

Dalam laporannya, saat itu ia hendak kesawah di Desa Seppong dengan mengedarai sepeda motor diperjalanan tepatnya di depan Bulog Pammanu dihentikan oleh Pelaku yang tidak dikenal identitasnya hanya mengaku bekerja pada Kantor Dinas PU lalu bertanya kepada korban dimana rumah H. RUSLAN yang tinggal di depan Rumah Sakit.

Karena pelaku dan korban bicara dipinggir jalan maka korban diajak oleh pelaku masuk lorong ke sebuah rumah yang tidak ada penghuninya di samping selatan Rujab Bupati Luwu

Saat itulah dirinya terhipnotis menyerahkan ATM Bank Mandiri miliknya yang Saldonya kurang lebih Rp 12 Juta, lalu bukan itu saja korban juga memberikan nomor PIN kartu ATM tersebut secara tidak disadari olehnya.

Dari kasus di atas, E. Zulpan berharap maka, bila menjadi korban hipnotis agar segera lapor kepada aparat Kepolisian terdekat. ‘Aparat pasti secepatnya menindaklanjutinya, kalau terbukti akan kami proses secara hukum,” katanya.

Dijelaskannya, kewaspadaan masyarakat merupakan upaya terhindarnya dari aksi pencurian dengan modus menghipnotis, karena hipnotis dapat mempengaruhi kepada masyarakat yang lengah terhadap kondisi dan situasi lingkungan.

“Jadi intinya masyarakat perlu waspada jangan mudah terpengaruh dengan ajakan-ajakan orang yang baru dikenal,” katanya.

(Humas Polda Sulsel/red)

(Editor : Aidil)

Kapolri Resmikan Gedung Baru Ponpes Assalam, Sekaligus Tinjau Vaksinasi se-Jawa Barat

News Lintas Sulawesi/SUKABUMI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian gedung baru asrama putri Pondok Pesantren Assalam sekaligus melakukan peninjauan vaksinasi massal dalam serangkaian kunjungan kerjannya di Sukabumi, Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Kapolri mengaku bangga dengan capaian vaksinasi di Pondok Pesantren Modern Assalam yang saat ini telah memasuki vaksinasi tahap kedua.

“Ini tentunya menjadi optimisme. Karena pemerintah saat ini sudah melakukan pelonggaran untuk pembelajaran tatap muka (PTM),” kata Kapolri di Ponpes Modern Assalam.

Kapolri berharap, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) baik tenaga pengajar maupun seluruh siswa telah melaksanakan vaksinasi.

Dalam tinjauannya itu, Kapolri juga melakukan video conference, terhubung kepada seluruh jajaran Polda Jawa Barat yang melakukan kegiatan vaksinasi massal serentak. Kapolri menargetkan dalam vaksinasi massal serentak di wilayah Jawa Barat hari ini mencapai 40 ribu dosis vaksin yang ada di 22 titik vaksinasi massal.

Mantan Kapolda Banten ini mengapresiasi, jajaran Polda Jawa Barat mampu melebihi target vaksinasi yang diberikan. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada seluruh Polres pada wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Kapolri sendiri menyapa langsung secara virtual kegiatan itu, diantaranya di gerai vaksinasi Masjid Amaliah Ciawi, di
Kabupaten Bogor, gerai vaksinasi SMA 1 Jamblang, Kabupaten
Cirebon, dan gerai vaksinasi Ponpes Darul Maarif Desa Kaplongan, Karangampel, Kabupaten Indramayu.

“Seluruh Wilayah Jawa Barat yang saat ini melaksanakan kegiatan vaksinasi targetnya hari ini kurang lebih 40 ribuan. Saya lihat untuk target yang diberikan beberapa hari ini sudah bisa melampaui. Sehingga target gabungan untuk nasional untuk mencapai 2 juta, kurang lebih 380 ribu. Tentunya ini menjadi tantangan kita bisa terlampaui dengan cepat,” tekan Kapolri.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan pengorganisasian dengan sinergi yang sangat baik antara TNI-Polri, Pemda, Dinkes dan seluruh para relawan, Listyo Sigit yakin akselerasi percepatan vaksinasi di wilayah Jawa Barat segera dapat mewujudkan kekebalan komunal atau herd immunity.

“Khususnya di wilayah-wilayah wisata yang saat ini sudah mulai dilonggarkan. Tentunya saya harapkan masyarakat yang ada disekitar area tersebut juga semuanya sudah divaksinasi, sehingga kita bisa menjaga masyarakat karena telah memiliki kekebalan terhadap Covid-19,” beber Listyo Sigit.

Pada bagian akhir, Kapolri mengingatkan wilayah Sukabumi yang PPKM-nya berada pada level 2 agar jangan terlena dengan capaian bagus tersebut. Mengingat, dengan diturunkannya level PPKM maka akan ada pelonggaran-pelonggaran di beberapa sektor.

“Bagaimana kita jangan kemudian lalai, kurang waspada, terlalu euforia, lalu kepatuhan terhadap protokol kesehatan kita tinggalkan, jadi saya ingatkan tetap dipegang penegakan prokes,” ujar Sigit menekankan.

Salah satu titik vaksinasi massal serentak ini dilakukan di Pondok Pesantren Assalam, Sukabumi. Kolaborasi antara Polri dengan Dinkes Sukabumi ini menyediakan sebanyak 1.000 dosis vaksin sinovac untuk santri, santriawti, dewan pengurus dan masyarakat umum yang berada di sekitar Ponpes.

Sementara titik vaksin lainya yakni di Masjid Amaliah, Ciawi, Jawa Barat dengan terget 2.000 dosis vaksin. Gerai Vaksinasi SMA 1 Jamblang, dengan sasaran 1.800 orang dan gerai Vaksinasi Ponpes Darul Maarif Desa Kaplongan, Karangampel, Indramayu, dengan sasaran 1.500 orang.

(Humas Polres Wajo/red)

(Editor : Muh Aidil)

Apresiasi warga, Pembukaan Posko PPKM RW 4 Kelurahan Wala-walaya Makassar

News Lintas Sulawesi/Wala-walaya, Makassar

Dalam rangka pengendalian pencegahan dan penanggulangan Penyebarluasan Corona Virus Disease (COVID-19) di Kelurahan Wala-walaya Kecamatan Tallo Makassar, maka perlu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tingkat Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kelurahan Wala-walaya ini.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Kelurahan Wala-walaya ini merupakan implementasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019, Instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro di kelurahan.

Adapun kriteria pelaksanaan PPKM Mikro tersebut menurut keterangan Persnya Erman Rani SH selaku Ketua Posko Kelurahan Wala-walaya adalah bahwa dalam penentuan pelaksanaan penerapan kegiatan masyarakat di Desa dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT dengan kriteria dan skenario pengendalian sebagai berikut :

Zona Hijau, dengan skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek di tes dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala.

Zona Kuning, dengan skenario pengendalian menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

Zona Merah, dengan skenario pengendalian Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat RT, yang mencakup :menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat; melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat; menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial; melarang kerumunan lebih dari 3 (tiga) orang; membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00 WIB; dan, meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

Dalam rangka pelaksanaannya, dibentuklah Tim Posko Penanganan Covid-19 tingkat Kelurahan dengan 4 (empat) aspek penting yaitu : pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung.

Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M serta pembatasan mobilitas.

Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment.

Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin,  dan aspek pendukung terdiri dari kegiatan pencatatan dan pelaporan.

Ketua Posko PPKM RW 4 Kelurahan Wala-walaya Erman Rani SH dalam keterangan Persnya kepada wartawan menambahkan Posko ini terbentuk sekitar bulan Agustus Bulan lalu dan di harapkan kepada anggota posko agar dapat menjalin kemitraan dan bekerja sama dengan baik agar nantinya apa yang kita harapkan bersama dapat terwujud, pungkasnya.

Lanjut Erman Rani SH “Pemerintah kota Makassar yang membentuk visi nya, tujuannya bagaimana COVID-19 ini cepat berakhir tentunya harus dibarengi sosialisasi ke masyarakat utk pentingnya vaksin, ujarnya.

(Editor ; Muh Aidil)

(Redaksi NLS)

PPKM Level 4 Di Madina “Yang Masuk Wilayah Kabupaten Mandailing Natal Wajib Swab Antigen”

News Lintas Sulawesi/Polres Madina

Kapolres Madina Akbp Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si bersama dengan Forkopimcam Siabu dan Kasi Propam Polres Madina Iptu Binton Silalahi melaksanakan pengecekan kesiapsiagaan personil yang bertugas di Pos Penyekatan Siabu Kec. Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Senin (13/09/2021).

“Kabupaten Mandailing Natal memasuki tahapan PPKM level 4, menindak lanjuti hal tersebut kami membuat 2 (dua) titik Pos Penyekatan, titik pertama di kecamatan Siabu yang merupakan pintu gerbang masuk ke Mandailing Natal dari arah Tapanuli Selatan dan titik kedua di kecamatan Kota Nopan yang merupakan pintu gerbang masuk dari Sumatera Barat ke Kabupaten Mandailing Natal” sebut Kapolres Madina.

“Warga luar daerah yang masuk ke Kabupaten Mandailing Natal wajib Swab Antigen di kedua Pos Penyekatan yang kami buat tersebut, yang reaktif langsung kami lakukan PCR dengan alat yang disediakan oleh Polda Sumut, apabila Positif langsung dilakukan isolasi ditempa yang telah kami disediakan” tambah Akbp Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si.

“Kami harapkan warga luar daerah yang masuk ke Kabupaten Mandailing Natal steril dari virus Covid-19, hal tersebut kami lakukan dengan tujuan agar Mandailing Natal turun level dari PPKM level 4 dan terbebas dari Pandemi Covid-19” tutup papar Kapolres Madina.

“Mari bersama kita menjaga diri dari penularan dan penyebaran Covid-19, patuhilah Prokes Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah saat kita beraktivitas, semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT, amiin ya robbal alamin” tutup Akbp Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si kepada awak media diakhir kegiatan yang dilaksanakan.

(Humas Polres Madina/red)

(Editor : Muh Aidil)

Pertajam Kepekaan & Kepedulian Masyarakat, Babinsa Korem 143/Ho Bekali Pengetahuan Intelter

News Lintas Sulawesi/Kendari

Menghadapi dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks saat ini, para Babinsa dituntut untuk mempertajam kepekaan dan kepeduliannya di tengah masyarakat dalam pembinaan wilayah yang dapat menganggu kehidupan bermasyarakat, dan dapat menghambat pembangunan daerah di wilayah masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan pembekalan Intelter kepada Babinsa jajaran Korem 143/HO yang dipusatkan di Aula Makodim 1417/Kendari, Senin (13/09/2021).

Danrem juga menyampaikan bahwa sebagai satuan teritorial TNI AD yang berhadapan langsung dengan masyarakat Babinsa di tuntut untuk dapat melaksanakan tugas pokoknya dalam pemberdayaan wilayah pertahanan di darat.

“Pembekalan ini sangat penting dalam mendukung tugas pokok Satuan Teritorial,” ungkap Brigjen Jannie.

“Terimakasih kepada Tim Sintelad yang berkenan memberikan pembekalan kepada Babinsa jajaran Korem 143/HO, dan kepada seluruh peserta manfaatkan kesempatan ini dan ikuti pembekalan dengan baik,” pungkas Brigjen Jannie.

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 143/HO, Senin (13/09/2021), kegiatan pembekalan Intelter ini diikuti oleh 80 orang Babinsa meliputi perwakilan dari Kodim 1417/Kendari, Kodim 1412/ Kolaka, Kodim 1413/Buton, Kodim 1416/Muna dan Kodim 1429/Butur. Kegiatan tersebut berlangsung selama 6 hari terhitung mulai tanggal 13 September hingga 18 September 2021.

“Sebagai ujung tombak satuan kewilayahan, Babinsa dituntut untuk mampu mengatasi persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya. Untuk itu, upaya deteksi dini dan cegah dini terhadap setiap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah masing-masing menjadi sangat penting,” tegas Danrem.

Selanjutnya Danrem juga menegaskan bahwa peningkatan profesionalisme dan kinerja para Babinsa agar tugas pokok dapat dikuasai diantaranya dengan mengikuti pembekalan pelatihan untuk menambah pengalaman di lapangan guna mengasah kemampuan intelijen dan nalurinya dalam menganalisa situasi.

Asintel Kasad dalam amanatnya yang dibacakan oleh Ketua Tim Pembekalan Sintel TNI Angkatan Darat Kolonel Kav Josafath M. Robert Duka, S.IP menegaskan bahwa pembekalan pengetahuan intelijen merupakan hal yang sangat diperlukan bagi prajurit, karena ilmu yang diperoleh dari pembekalan dapat menjadi bekal untuk mendeteksi potensi ancaman yang timbul di daerah penugasan secara cepat dan tepat.

“Babinsa merupakan ujung tombak TNI AD dalam deteksi potensi ancaman di wilayah, dengan kegiatan pembekalan diharapkan Babinsa mampu mengaplikasikan pengetahuan Intelter dalam pengumpulan, pengolahan dan analisa informasi untuk bahan masukan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan,” tegas Kolonel Kav Josafath.

“Setelah pembekalan ini diharapkan Babinsa jajaran Korem 143/HO diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan kemampuan intelejen teritorial yang sudah didapatkan,” lanjut Ketua Tim Pembekalan Sintel TNI Angkatan Darat.

(Umar Dany/Sultra/red)

(Editor : Muh Aidil)

Mahasiswi Makassar Bunuh Diri Diduga Korban Asmara, Menjadi Keprihatinan Kita Bersama

News Lintas Sulawesi/Polda Sulsel

Dunia Perguruan Tinggi kembali dikejutkan dengan meninggalnya salah seorang mahasiswi aktif (21 tahun) ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Komplek Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok C, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sabtu 11 September 2021 kemarin. Korban meninggal diduga sebagai akibat dari korban asmara, karena stres sehingga ia tega mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan menyayangkan peristiwa ini, karena mahasiswa yang selama ini adalah cerminan masyarakat yang intelek, cerdas dan selalu mengedepankan logika dalam pengambilan setiap keputusan yang akan ia ambil, namun justru hal yang demikian ini tercoreng akibat dari perbuatan oknum mahasiswa yang hanya karena masalah sepele (asmara) kemudian berujung pada hilangnya nyawa.

Kombes Pol E. Zulpan lebih jauh menyebutkan, pihaknya tentunya mendorong jajarannya untuk melakukan penegakan hukum, mengusut peristiwa tersebut secara tuntas agar masyarakat mengetahui apa sebenarnya yang menjadi motiv mahasiswa tersebut meninggal, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga di kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Peristiwa tersebut bukanlah kali pertama terjadi, terhitung empat tahun terakhir ini di kota Makassar, Sulawesi Selatan peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi dan menurut hasil penyelidikan aparat Kepolisian korban meninggal rata-rata ada kaitannya dengan masalah asmara.

Karena itu, peristiwa ini tidak boleh dianggap sepele terutama oleh para akademisi yang selama ini banyak berinteraksi dengan dunia akademik dan penelitian. Kiranya perlu dilakukan evaluasi dan pengkajian secara mendalam; apa yang melatarbelakangi paling mendasar begitu mudahnya oknum mahasiswa belakangan ini kerap mengakhiri hidupnya, apakah benar-benar murni karena asmara atau mungkin ada faktor lainnya?.

Langkah ini tentu bukan dalam kapasitas mengintervensi pihak aparat Kepolisian dalam menjalankan tugasnya untuk mengusut peristiwa tersebut, namun secara internal bertujuan untuk mengevaluasi metode pembelajaran di kampus, yang selama ini mungkin terlalu memprioritaskan transfer pengetahuan semata sehingga mengesampingkan nilai-nilai moral dan pembentukan karakter kepada mahasiswa.

Dalam pandangan agama, bunuh diri termasuk perbuatan dosa besar dan dilarang, apa pun alasannya hal ini tetap tidak dibenarkan. Hal ini misalnya dapat dilihat dari informasi al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 29, dan lebih tegas lagi disebutkan dalam salah satu hadis Nabi “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di azab dengan itu di hari kiamat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Peristiwa bunuh diri yang sering menimpa kalangan usia produktif khususnya mahasiswa menjadi salah satu indikator terjadinya kemunduran dan dekadensi moral di kalangan dunia akademik, untuk itu perlu dikaji secara komprehensif agar diketahui akar masalahnya.

Perhatian kepada dunia remaja terutama mahasiswa tentu tidak hanya dibebankan kepada pihak kampus semata namun juga harus menjadi tanggungjawab dan perhatian serius bagi kita semua sebagai bangsa, terutama para orangtua dan tokoh agama. Sehingga dengan kolaborasi semua pihak pada saat yang sama akan membantu tugas Kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di kota Makassar, Sulawesi Selatan khususnya dan daerah lainnya di Indonesia.

Secara internal orangtua harus berposisi sebagai garda terdepan dalam pendidikan moral kepada anak-anaknya agar tidak mudah terkontaminasi dengan lingkungannya, selanjutnya secara eksternal kalangan tokoh agama lebih khusus para muballigh tak kalah pentingnya untuk turut menjadikan hal ini sebagai prioritas dakwahnya.

Diantara materi-materi ceramah diberbagai kesempatan kiranya perlu disampaikan kepada umat yang berkaitan dengan masalah pentingnya akhlak dan bahaya yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas di kalangan remaja, dengan harapan agar hal ini dapat menjadi rem dan bahan pertimbangan para remaja dan mahasiswa lebih khusus lagi untuk tidak mudah terjerumus pada tindakan yang melanggar hukum dan merugikan masa depannya sendiri.(*)

(Hunas Polda Sulsel/red)

(Editor : Muh Aidil)

Bupati Banggai bersama rombongan, Bersepeda membagikan Puluhan Sembako dan menginstruksikan kepada camat dan jajaran untuk selalu mensosialisasikan Prokes ke Masyarakat

News Lintas Sulawesi/Kab Banggai


Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang cukup menyenangkan, memacu adrenalin, dan tentunya dapat menyehatkan badan. Olahraga tersebut saat ini pun sudah menjadi tren di Kabupaten Banggai, Semua usia menggemarinya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia, dengan berbagai latar belakang mereka. Sejumlah komunitas sepeda sudah terbentuk di daerah ini, bahkan sejak beberapa tahun lalu. Tak jarang, antar komunitas tersebut berkumpul untuk menyalurkan hobi mereka itu, sekaligus ajang silaturahmi para “goweser”. Sabtu, 11 September 2021

Olahraga sepeda juga sangat digemari oleh Bupati Banggai H. Amirudin, tiap pagi sebelum melakukan kegiatan dikantor, Bupati menyempatkan bersepeda mengitari jalanan kota luwuk bersama ajudannya, disejumlah kegiatan juga terlihat beberapa kali melakukan kunjungan kepada masyarakat dengan bersepada, bahkan hingga menempuh Puluhan Kilometer, seperti kunjungannya ke Kec. Pagimana, Kec. Bunta, Kec. Moilong, bahkan yang terakhir dilakukan gowes lintas Kabupaten yakni menuju Kec. Mamosalato Desa Pandauke Kab. Morowali Utara.

Sabtu 11/09/2021 Bupati Banggai H. Amirudin bersama rombongan komunitas Sepeda CLC, Tuturuga dan para goweser lainnya bersepeda menempuh jarak kurang lebih 70 Km, mengambil star di halaman Hotel King Ameer Kec. Toili, Menuju Desa Tolisu, Kantor Camat Toili Barat, Bone Bae, Desa Pasir Lamba, Desa Lembah Kramat, kemudian melewati tanjakan Extreme Gunung Batu Kec. Mamosalato, dan finis di Desa Pandauke Kab. Morowali Utara.

Di desa yang di singgahinya Bupati Banggai bersama rombongan membagikan Puluhan Sembako, Ratusan Masker, serta puluhan Karung Beras, dan menginstruksikan kepada camat dan Para Kepala Desa untuk selalu mensosialisasikan Protokol Kesehatan Kepada masyarakat.

“Selain bersepada saya ingin berpesan kepada Bapak camat dan Kepala desa agar selalu konsen dalam penanganan Pandemi Covid19 di wilayahnya, Level PPKM kita boleh saja Turun, tapi penanganan Covid 19 jangan dikurangi, Perekonomian kita telah di dibuka, Pahamkan masayarakat, Pelaku Usaha, Konsumen agar selalu menaati Protokoler Kesehatan, utamanya memakai masker” Tegas Bupati.

Sesampainya di Desa Pandauke Kecamatan Mamosalato, Bupati Banggai bersama rombongan serta para goweser disambut hangat oleh Camat Bungku Utara Syahdan Triansyah, S.IP mewakili Bupati Morut Delis Julkarson, bersama aparat desa dan Masyarakat sekitar di Kantor desa Pandauke,
Pada kesempatan itu Bupati Banggai memberikan Bantuan Puluhan karung Beras, Puluhan Sembako serta Ratusan masker untuk masyarakat desa Pandauke, yang diserahterimakan bersama Camat Bungku Utara.


“Mewakili Bupati Morut kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas perhatian Bapak Bupati Banggai Kepada warga Morowali Utara khususnya Desa Pandauke, atas Begitu banyaknya bantuan yang di berikan, semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat, dan dapat mengurangi beban warga masyarakat yang terdampak Covid 19” ujar Camat Bungku Utara Syahdan Triansyah.

(Sub. Bagian Dokumentasi dan Publikasi Pimpinan)

(Rahamat Bakari/Biro-Banggai/red)