Hari Jadi ATR BPN dan AGRARIA Kanwil Provinsi Sulawesi selatan, di warnai Aksi Demo Mahasiswa dan Pengusiran Wartawan

News Lintas Sulawesi/Makassar, Sulsel

Miris Securiti kantor ATR BPN provinsi sulsel di duga usir wartawan yang hendak mencari berita pada peringatan HUT BPN KANWIL Prov Sulsel. Jum’at, 24 September 2021

Hal ini juga di warnai aksi unjuk rasa dari beberapa aliansi mahasiswa terkait adanya dugaan perampasan hak dan lahan di beberapa kabupaten yang disinyalir tak kunjung terselesaikan.

Para mahasiswa menuntut keadilan kepada pihak BPN yang di nilai berpihak kepada perusahaan Swasta yang disinyalir merugikan masyarakat di beberapa daerah.

Namun sangat di sayangkan para mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi masyarakat tidak di perbolehkan masuk ke dalam halaman kantor BPN kanwil Sulsel sehingga mereka berorasi di sebagian ruas jalan yang mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang.

Dalam aksinya mereka menyampaikan tuntutan masyarakat terkait adanya dugaan perampasan hak dan lahan milik masyarakat di kabupaten bulukumba dan kabupaten takalar. Yang hingga saat ini belum terselesaikan ungkap korlap aksi,,

Mereka meminta kepada pihak BPN untuk menemui mereka dan berdialog secara terbuka’ namun tidak kunjung ada perwakilan dari BPN yang mau menemui mereka dengan alasan situasi tidak kondusif.

Mereka Sangat di sayangkan sikap pihak BPN yang disinyalir tidak ingin menemui mereka yang datang memperjuangkan hak para petani yang disinyalir menjadi korban perampasan hak dan lahan oleh pihak perusahaan swasta.

Mereka menyampaikan rasa kecewa mereka Dan tetap berada di depan gerbang kantor ATR BPN KANWIL provinsi Sulsel.

Aksi telah berjalan sekitar satu jam namun tak kunjung mendapatkan respon dari pihak BPN dan mereka menilai bahwa pihak BPN adalah instansi anti demokrasi.
Ungkap korlap aksi unras.

Begitupulah ketika beberapa rekan rekan media cetak dan online ingin masuk untuk memperoleh berita namun salah satu oknum securiti malah mengusir mereka keluar dengan cara menarik mereka,,

Dan menyuruh mereka keluar. Tentu hal ini menjadi tanda tanya ? Mengapa kami di larang masuk dan mengapa kami di halangi saat menjalankan tugas sebagai Jurnalist..?

Rekan rekan media sangat menyayangkan dan kecewa atas sikap oknum securiti yang sama sekali tidak menunjukkan etika sebagai aparat ke amanan. Oleh karnanya kami meminta kepada para pejabat kantor ATR BPN agar kiranya mengambil sikap atau mengevaluasi oknum securiti tersebut

(Gunawan/Makassar/red)

(Redaksi NLS)

Tinggalkan komentar