Geliat BUMD diharapkan mampu tingkatkan PAD 2022

News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng

Sabtu pun yang bukan hari kerja, wakil rakyat tetap bekerja. Memastikan hal ihwal urusan rakyat dilaksanakan dengan baik. Hari ini, Komis II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah melaksanakan RDP tentang program dan kegiatan pada masing-masing PERUSDA (BUMD) Tahun Anggaran 2022 Bersama sejumlah OPD mitra terkait sejak pkl 10.00 WITA pagi tadi. Sekjen kami di BANTAYA, kk Yahdi Basma adalah anggota Komisi II yang turut ikuti dan cermati RDP ini.

Pasca Bencana 2018 yang pada tanggal 28 nanti genap 3 tahun, Sulawesi Tengah sedang berusaha pulih dan bangkit. Meski dihantam badai Covid-19, geliat ekonomi tak boleh runtuh. Berbagai upaya dilakukan pemerintah, dari tataran pusat hingga daerah. Subsidi terus diberikan, vaksinasi, dan peningkatan layanan kesehatan berbasis online juga dilakukan. Berbagai pihak mulai dari organsisasi non pemerintahan, komunitas, hingga Partai Politik bahu membahu lakukan penanganan Covid-19 sesuai kemampuan masing-masing.
Untuk penanganan bencana alam PASIGALA sendiri, saat ini tengah digenjot oleh Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah. Diupayakan teratasi tahun ini, digenjot di APBDP 2021. Bahkan kabupaten/kota yang terkesan lambat penanganannya, diambil alih oleh Pemerintah Provinsi.

Ada banyak hal yang patut kita syukuri ditengah Pandemi ini. Meski badai Covid-19 menerjang, kinerja wakil rakyat tidak berhenti. Saya juga bersyukur karena Kritikus pun semakin banyak beredar di media daring. Tak jarang, portal berita kelas atas di bully karena tayangkan berita sensasional yang tidak penting dan genting. Media memang memegang peranan penting untuk “information delivery” pada kita semua. Ragam komentar di akun media sosial RI 1 pun memiliki pro dan kontra. Tetapi, hidup memang sudah seperti itu. Tidak semua kebijakan mampu mengatasi dengan tuntas persoalan bernegara ini. Tidak semua orang puas dengan hasil yang diperoleh, olehnya protes dilayangkan. Kritik berjubel, tagar trending topik muncul.

Sudah waktunya kita semua pulih. Geliat BUMD pada Tahun Anggaran 2022 diharapkan mampu dongkrak PAD Sulawesi Tengah. Ekonomi kita sedang sakit. Saya prihatin dengan tulisan-tulisan beredar di truck, “dipaksa sehat di Negara yang sakit” yang viral beberapa waktu lalu. Pandemi memberikan dampak luar biasa secara ekonomi, sosial, lahiriah terbatas, bathiniah terusik.

Semoga kelak geliat BUMD ini menjadi salah satu pewujud harapan dan cita-cita kita untuk ekonomi Sulawesi Tengah yang lebih BERNILAI, maju dan sejahtera dari hari ini. Terimakasih para pemangku kebijakan yang mengabaikan jam kerja untuk mengurusi rakyat. Terimakasih pula kepada Para Penyintas, sampe suvuku yang masih bersabar menantikan HUNTAP. Penantian kita Insya Allah berbuah manis. Suatu hari, kita bisa menyebut dengan penuh semangat lagi, “Pulang saya.”

Semoga para pesolek baliho, entah menggunakan dana sendiri atau disponsori, lebih memilih mengkonversi dana baliho menjadi sejumput beras untuk dibagikan pada mereka, yang meski sebelum Covid-19 pun hanya menanak air atau menikmati makanan sisa.

Negara ini sakit, kita sakit.
Kantong boleh sakit, kawan.
Sri Mulyani boleh sampaikan ragam proyeksi ekonomi Indonesia kelak.
Kita boleh mengkritik.
Akal sehat dan nurani jangan sampai sakit, apalagi mati.
Hilang rasa itu wajar dihari-hari pandemi ini.
Akan pulih dan bisa kembali setelah ikhtiar berbulan-bulan.
Hilang empati, itu yang bahaya.

(Nur Istha /Contributor-Palu/red)

(Editor Muh Aidil)

Tinggalkan komentar