Fenomena Diskusi Publik, dengan Tema “Potret Komunikasi Politik Pada Pemilu dan Pilkada Serentak 2024”

News Lintas Sulawesi/Palu, Sulteng

Mencoba mengulas kembali hasil diskusi publik dan juga ketiga sosok narasumber yang di hadirkan oleh Forum Komunikasi Pemilu Sulteng (PKPS) dengan tema ” Potret Komunikasi Politik Pada Pemilu dan Pilkada Serentak 2024″ Oloboju, Sabtu 14 Agustus 2021, pukul 14:49 Wita.

Pertama, saya mau bilang FKPS keren, top, sangat apresiasi sudah membuat diskusi publik ini dan berharap akan adalagi panel diskusi selanjutnya dengan menghadirkan narasumber yang mempunyai basic keilmuan yang berbeda, demi menambah wawasan keilmuan kita.

Kedua, penyuguhan materi yang sistematis juga elaborasi yang tepat dari pakar komunikasi politik, Taufik S. Sos.I, MSI, Dosen aktif UIN Datokarama Palu, Mantan Ketua KPU Sigi (Periode yang mengetuk palu sidang mensahkan Calon bupati dan wakil bupati Sigi Moh. Irwan – Paulina sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih), juga saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (PP-HPA) Dan Ketua Umum di nakodai oleh Habib Husen Al Habsyi (Hb. Ucen).

Menurutku, basic Taufik yang memang sebagai pakar komunikasi, beliau sangat berkualitas dan menguasai serta mampu memukau peserta diskusi.

Bicara soal komunikasi politik tingkat nasional, Taufik juga mampu membaca dan menganalisis dengan menggunakan pendekatan teori komunikasi politik, sehingga dia mengatakan bahwa, seorang Jokowi bukanlah orator yang hebat, tapi seorang komunikator politik yang baik. menggunakan gaya komunikasi politik aqualitarian yang mengutamakan kesetaraan antara komunikator dan komunikan. berbeda halnya dengan Prabowo Subianto yang memakai gaya komunikasi politik dynamic style yang lebih condong berkomunikasi dengan tegas dan lugas.

Kemudian materi dari narasumber kedua saya sebut dengan hormat nama beliau “Tuan Guru” Mahfud Masuara SH, Yang saat ini menjabat ketua DPW Perindo Sulteng, Ketua Relawan Merah Putih (RMP), Advokat handal yang terhimpun dalam satu organisasi profesi advokat yaitu PERADI.

Tidaklah elok saya mengomentari isi materi beliau…Mengapa…??

Karena beliaulah yang memberikan pencerahan kepada saya sewaktu kursus politik (Kurpol) Pada Organisasi Ekstra Kampus Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Kota Palu kala itu, Juga termasuk narasumber pertama. Lalu saya di tempah lagi oleh beliau pada pelatihan kader Partai Perindo selama dua hari bertempat di gedung pusdiklat GPDI Jono Oge.

Sebagai Wakil Ketua I Bidang Organisasi Perindo Sigi, Saya di Percayakan Sebagai Kordinator Tim Untuk melakukan dan memastikan Seluruh Persiapan Administrasi, Pemantapan Struktur sampai dengan finalisasi menuju verifikasi Faktual. atas arahan dan bimbingan dari Beliau, Juga aarahan dari Ketua Sigi Bung Darpan Labaresi serta kerja keras (Super Team) semua kader Di Struktur DPD, Struktur Kecamatan alhamdulillah Perindo Sigi Lolos verifikasi faktual oleh KPU Sigi.

Nah…Sampailah pada Narasumber Ketiga, narasumber yang saya nanti-nantikan pada diskusi publik ini KK Yahdi Basma. Pertanyaannya Kenapa..??

Diawal, Pakar komunikasi Politik sudah sempat menyinggung, Untuk Saudara Yahdi Basma, Menurutnya Figur Yang Fenomenal, Yang Perlu di lakukan Riset atapun Penelitian Tentang Figur Unik Ini. Apa sebenarnya strategi komunikasi politik yang Mumpuni di lakukan seorang Yahdi..? Walaupun berbeda Dapil (periode pertama Toli’s-Buol, Periode kedua Kota Palu) masi bisa meraup suara banyak untuk duduk kembali Sebagai Anggota DPRD Sulteng.

Masih menurut Taufik bahwa proses dalam manajemen Oraganisasi Yahdi Basma Adalah MENTORnya Organisasi yang hebat dan luar biasa.

Sehingga dari Dua pendekatan Teori (Graunded dan Small Teory) Hipotesanya menyatakan bahwa Seorang Yahdi Basma lebih menggunakan Pendekatan Small Teory. Dimana yang membentuk lingkungan itu adalah individu-individu Orang Itu Sendiri atau dalam konteks pendekatan sosial bahwa ada satu kekuatan manusia yang mampu merubah polah pikir dan lingkungannya dan Ini sangat langkah terjadi.

Bila saya tambahkan lagi sedikit wajar kalau teman-teman dikomunitas politik Barisan Teman Yahdi (BANTAYA) Halnya juga banyak orang menjuluki Beliau SANG JENDRAL KANCIL.

Next…Beberapa Point penting juga saya coba simpulkan materi dari Kk Yahdi, Beliau mengklaster tiga kelompok pemilih yaitu Rasional, Emosional dan Pragmatis. Sedangkan untuk Figur seseorang Calon harus memiliki tiga modal Utama. Integritas, Popularitas dan ISI Tas (isi tas yang dimaknai sebagai ongkos politik bukan Money Politic)

kk Yahdi juga sempat Menyinggung soal ahlak politik atau yang sudah di sampaikan oleh Pakar komunikasi yaitu adab politik (politik yang bermartabat) di tengah kondisi politik yang semakin liberalis saat ini. akhir paparan, Kk Yahdi menyampaikan dari semua langkah proses yang baik RESTU LANGIT lah menjadi penentu dari segalnya.

Sekedar romantisme pada saat kami serta kawan – kawan semua yang tergabung dalam Jaringan Kerja Aristan (JANGKAR) lalu bermetamorfosis lebih besar lagi Menjadi Koalisi Relawan Aristan (KAWAN) dalam Membersamai KK Aris Tan dan Ustadz Muhammad Wahyuddin Sebagai Calon Walikota dan Wakil walikota Palu 2020-2024, Ketua Azman Asgar di percayakan Sebagai Sekjend Kawan (Sekarang Beliau Jubir Partai PRIMA Sulteng) Kk Yahdi sendiri salah satu dewan pengarah. Setiap ada masalah ataupun kendala dalam konsolidasi Tim, kk Yahdi selalu konstruktif serta Solutif. ada seruan yang bijak selalu beliau dengungkan Yaitu, Bangunkan Yang Tidur, Jemput yang Tertinggal, Ajak yang Terlupa Serta Jaga Yang Setia. MasyaAllah.

Maaf Demi untuk melengkapi Judul Ulasan kesimpulan diskusi publik Di atas, Perlu saya Membias sedikit dari Pokok Ulasan.

Dimana pertama kali saya bertemu Narasumber Pakar Komunikasi dan Juga Tuan Guru..??

Sekitar sembilan belas (19) tahun yang lalu dalam satu undangan diskusi yang di Prakarsai Oleh Himpunan Mahasiswa SigI Biromaru (HimasiBiru) Tuakaku Iman Rahmat (Bakal Calon Bupati Sigi 2020-2024) Beliau juga Mentor saya di Fakultas Teknik, bersama Ka Caca Alamsyah Palenga sebagai Ketua BEM Teknik saat itu.

Lalu Ada Sang Jendral Lapangan Bung Andi Wulur (Kasat Pol PP Sigi), Sampesuvuku Mohammad A Syawal Palirante (Ketua Koni Sigi), Kawan Penuh Sahaja Ikhsan Dorman (Kabid Dinas Pertenakan Sigi) Bung Rafin Fin , Bro Alex (Dolo) Dll.

Dalam Pertemuan singkat Sore Itu Kami Bersepakat akan melaksanakan Musyawarah Besar/Kongres Membentuk Suatu Forum Mahasiswa yang lebih besar lagi tempat berhimpunnya seluruh elemen mahasiswa di lima kecamatan yaitu Biromaru, Palolo, Dolo, Kulawi dan Marawola. Forum Mahasiswa ini juga Memperkuat serta Membantu kerja-kerja Senior, Sesepuh, OrangTua – Orang Tua Kami yang sudah lebih dulu membunyikan LONCENG Pemekaran Kabupaten Sigi lewat Wadah FKPKS.

Kurang lebih Seminggu setelah Pertemuan, Kongres pun kami laksanakan dengan baik, bertempat di Aula Samping Kantor Camat Biromaru (Bekas Kantor Bappeda Sigi)

Dimana Bapak Habir Ponulele Sebagai Ketua Umum FKPKS, Saat itu juga beliau masih Menjabat Kadis Dispenda Donggala Membuka langsung Kegiatan Kongres dan Di dampingi Sekertaris Umum FKPKS Bapak Nurzain Djaelangkara (Sekcam Palolo) dan Almarhum Bapak Budi Luhur Larengi (DPRD Donggala). Disinilah pertama saya bertemu Narasumber Pakar komunikasi,.

Lalu melalui senior sekaligus kawan yg baik hati Ketua Sanggar Seni Trisda STAIN Datokarama Palu Kamerade almarhum Irman Kara S. Pdi Kami di pertemukan dalam satu Kajian Ideologi yang sama Di Oraganisasi ekstra kampus yang di Bentuk serta dibesarkan Oleh Narasumber Kedua (LMND)…

Kembali Ke Taufik.
Bersama Komisioner KPU Sigi lainnya Bung Nuzul Lapali Palarante , Alm Tuaka Max Mokodompis , Bung Syarif latadano dan Alm Ustadz Hidayat, Mereka Sukses Menyelenggarkan Pilkada Sigi. Pilkada yang mana dalam hemat dan pemetaan serta asumsiku, Pilkada Sigi, Salah Satu Pilkada di Indonesia yang rawan Akan Terjadinya Konflik Horizontal. Namun, semua Bisa Mereka lalui tanpa ada sedikit pun Pergesekan Sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Yaah….kalau ada saling keras mengeraskan suara saat Pleno-Pleno berlangsung menurutku Itu bagian dari Olah Raga urat leher, Biasa terjadi, disitulah salah satu seninya berpolitik…

Sampailah di penghujung ulasan, dalam hati kecil saya bertanya, Siapa Guru yang selalu memberikan arahan serta bimbingan transfer keilmuan pada Taufik..?? Yang pasti bukan saya…

Saya mencoba menarik satu benang merah serta melihat hirarki dimana Pakar komunikasi politik ini berkiprah.

Memulai karir sebagai Dosen di STAIN Datokarama, Pengabdi di Lembaga Adhoc KPU Sigi, Menjadi Bagian dari Kepengurusan Gerakan Pemuda Ansor (GP-ANSOR) Sulteng. Maka, Saya mencoba menyimpulkan Bahwa, Sosok Guru Adalah Tokoh Kharismatik Sulawesi Tengah, Juga saat itu sebagai Dosen, bagian dari penyelenggara Pemilu, Pileg serta Pilkada, Pernah Menjabat Ketua GP ANSOR Sulteng sekaligus juga penulis Buku, Tak lain dan tak bukan saya sebut nama Beliau adalah Bapak Sahran Raden, serta Ketua Umum dari Sekjen PP HPA sendiri Yaitu Habib Husen Al Habsyi (Hb. Ucen), Beliau pasti tidak luput memberikan nasehat- nasehat, bimbingan rohani dan spiritual mungkin juga ikut Membesarkan Saudara Taufik. Wallahu’alam….

Bung Ridwan Laki Salam Kenal juga hormatku buat Komiu. (Dalam dialek kaili Palu)

(INUM-CP/RED)

(Editor : Muh Aidil)

Tinggalkan komentar